Home Olahraga Ingin Atlet Raih Prestasi, Gubernur Jambi Tingkatkan Anggaran KONI

Ingin Atlet Raih Prestasi, Gubernur Jambi Tingkatkan Anggaran KONI

Jambi, Gatra.com - Keinginan KONI Provinsi Jambi untuk meningkatkan prestasi akhirnya terjawab sudah. Gubernur Jambi Al Haris bakal memberi anggaran yang besar pada tahun 2023.
 
Al Haris berharap anggaran itu mampu mencetak atlet-atlet hebat yang akan mengukir prestasi dan membawa Jambi berkibar tinggi di pentas nasional hingga dunia. KONI mengusulkan proses hibah tanpa lewat Dispora lagi.
 
"Hitungan saya mulai dari Porprov, Porwil, Pra PON dan lainnya, anggaran KONI tidak boleh kurang dari Rp20 miliar," ujar Al Haris di Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diselenggarakan KONI Provinsi Jambi di Stadion Tri Lomba Juang, kawasan Pasar, Kota Jambi, Minggu (11/9).
 
Al Haris telah memerintahkan ini ke tim anggaran pemerintah daerah dan tengah dibahas untuk disetujui oleh DPRD Provinsi Jambi. 
 
"Saya sudah ngasih aba-aba anggaran KONI harus ditambah," sebutnya.
 
Namun Al Haris belum dapat memastikan apakah proses pemberian dana hibah usulan Budi Setiawan tadi langsung ke KONI atau masih lewat dispora.
 
"Insya Allah, mudah-mudahan," ucap Gubernur kebanggaan warga Jambi ini.
 
Asal tahu saja, pada tahun ini anggaran KONI hanya Rp7,35 miliar. Untuk tahun 2023 diusulkan menjadi sebesar Rp27 miliar.
 
Ketua KONI Provinsi Jambi Budi Setiawan menyebut, akan banyak event besar dihadapi pada tahun 2023. Pihaknya menitikberatkan jelang menghadapi PON Sumut-Aceh 2024.
 
"Penyaringan itu ada pada tahun 2023," sebut Budi.
 
Jalan pertama yang harus dilalui adalah meloloskan atlet Jambi sebanyak-banyaknya pada Pra PON 2023. Cerminan kekuatan ini dapat disaksikan pada Porprov, Porwil, dan Kejurnas maupun Pra PON.
 
"2023 ini wajib dilaksanakan. Kalau anggaran ini tidak ada, jangan bicara prestasi. Mudah-mudahan usulan kita disetujui karena itu sesuai dengan kebutuhan olahraga Provinsi Jambi," ucap Budi.
 
Kemudian, satu hal yang perlu dioptimalkan adalah mengejar persiapan yang ketinggalan. Sejatinya persiapan sudah dilakukan dua tahun lalu.
 
"(dana) akan langsung diberikan ke cabor-cabor. Jadi cabor lah yang menyeleksi atletnya menuju persiapan even-even tersebut," jelas Budi.