Home Hukum Alasan Polri Belum Tindaklanjuti Akun Sosial Media Hacker @bjorkanism

Alasan Polri Belum Tindaklanjuti Akun Sosial Media Hacker @bjorkanism

Jakarta, Gatra.com - Polri belum melakukan langkah hukum kepada akun Sosial media @bjorkanism. Akun tersebut mengklaim telah meretas data-data terkait kependudukan Indonesia, termasuk surat menyurat milik Presiden Joko Widodo dan surat Badan Intelijen Negara (BIN).

“Polisi masih menunggu laporan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Gatracom, Jakarta, Senin (12/9)

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah pun menyatakan hal yang sama. Polri belum melakukan tindakan dan mempersilakan bertanya langsung ke instansi-instansi yang diduga menjadi korban peretasan.

"Nggak ada (tindakan). Silakan langsung ke instansi itu masing-masing ya," ujar Nurul saat ditemui di Gedung Humas Polri.

Baca Juga: Meretas dengan Malware, Polisi Tangkap Seorang Hacker

Begitu pula terkait potensi membuka kembali kasus pembunuhan Munir, aktivis HAM yang tewas di pesawat pada 7 September 2004 bila terdapat bukti baru. Peretas bernama Bjorka itu juga mengungkap fakta-fakta di balik kematian Munir, dan menyatakan bahwa ia tahu siapa dalang dari kematian Munir.

"Belum ada informasi, kalau ada informasi pasti kita informasikan. Oke," ungkap Nurul.

Peretas Bjorka menjadi trending topic, pada Minggu, 11 September 2022. Hal ini menyusul cuitannya yang membongkar rahasia negara sejak beberapa hari terakhir.

Akun itu mengklaim telah meretas sejumlah dokumen surat menyurat Presiden Joko Widodo. Sang peretas mengklaim data-data yang diretas salah satunya surat rahasia.

Sejumlah dokumen surat menyurat yang diduga milik Presiden Joko Widodo diretas akun Bjorka di dalam laman Breachforums, Jumat, (9/9) Pengunggah memberikan contoh dokumen yang diretas. Salah satu dokumen surat yang diunggah diduga berasal dari BIN.

Baca Juga: Peretas Laman Kejaksaan Tenyata Seorang Remaja

Secara keseluruhan, dokumen yang di unggah antara 2019-2021. Hacker tersebut menjelaskan bahwa telah mengunggah total 679.180 dokumen berukuran 40 Mb dalam bentuk data terkompres.

Bjorka juga sempat menulis cuitan tentang sosok terduga pembunuh aktivis HAM, Munir. Bjorka menyinggung satu nama yakni Muchdi Purwopranjono. Menurut Bjorka nama tersebut saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya.

Baca Juga: Gawat! Setelah Diblokir, Akun Hacker Bjorka Muncul Lagi, Siap Bocorkan Data Pertamina, Singgung Muchdi PR

"Siapa yang membunuh Munir? Saya akan memberikan kalian nama jika kalian bertanya siapa yang berada di balik pembunuhan Munir. Dia adalah Muchdi Purwopranjono yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya," tulis Bjorka dikutip dari akun Twitter @bjorkanism, Minggu, (11/9).

Belum diketahui siapa sosok Bjorka. Namun, dia mengaku warga Polandia dan punya teman orang Indonesia di Polandia.

132