Home Regional Prihatin, Guru Lima Bulan Tak Terima Honor, OPD Saling Lempar Tanggung Jawab

Prihatin, Guru Lima Bulan Tak Terima Honor, OPD Saling Lempar Tanggung Jawab

Lombok Barat, Gatra.com - Guru Tetap Daerah (GTD) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), NTB lagi meradang. Pasalnya sejak Mei 2022 atau 5 bulan lalu GTD yang sebagian besar honornya ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sama sekali belum memperoleh haknya dari Pemkab Lobar. Sebelumnya para GTD ini mengadukan masalahnya ke komisi IV DPRD Lobar.

Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Lalu Irwan, mengaku telah menanyakan masalah ini ke pihak BPKAD Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan keterangan BPKAD Lobar, pembayaran terkendala keuangan daerah yang sedang kurang bagus. Gaji GTD bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (GTD). ”Semua terkendala keuangan daerah. GTD ini kan sumbernya PAD, sampai dengan hari ini kas yang masuk dari PAD belumlah signifikan,” ungkapnya, Selasa (13/9).

Ia juga menyatakan, pembayaran program lain yang dananya dari APBD mandek karena tidak ada uang daerah yang masuk.

“Jadi, khusus yang sumber pembiayaan dari PAD memang tergantung kas masuk. Untuk itu kita minta semua elemen masyarakat untuk rajin membayar pajak agar PAD kita lancar & bisa meningkat,” imbuhnya.

Khusus terkait macetnya honor GTD tersebut, BPKAD Lobar telah memberi ruang ke Dikbud Lobar khusus untuk honor GTD tersebut sampai bulan Agustus. Sayangnya Dikbud Lobar belum mengajukan hal itu ke BPKAD.

Dikatakan, setelah pihaknya (DPRD, red) menanyakan hal ini ke Dikbud Lobar dijelaskan, kalau Dikbud Lobar sudah mengajukan anggaran untuk GTD itu sejak sebulan lalu, namun jawaban BPKAD kas daerah lagi kosong. “Ini kan saling lempar namanya antar OPD,” tukasnya.

Saat dihubungi, Kepala BPKAD H. Fauzan Husniadi mengakui bahwa pihaknya belum menerima pengajuan terkait honor GTD dari Dinas Dikbud Lobar sampai hari ini. “Di kami belum ada pengajuan dari Dinas Dikbud Lobar,” terangnya dihubungi via WA.