Home Internasional Militer Ukraina Klaim Tembak Jatuh Drone Iran yang Dipakai Rusia

Militer Ukraina Klaim Tembak Jatuh Drone Iran yang Dipakai Rusia

Kyiv, Gatra.com - Militer Ukraina mengklaim pada hari Selasa untuk pertama kalinya, bahwa mereka menemukan pesawat tak berawak bunuh diri yang dipasok Iran, yang digunakan Rusia di medan perang. 

Kenyataan itu menunjukkan hubungan yang semakin dalam antara Moskow dan Teheran, ketika kesepakatan nuklir Republik Islam dengan kekuatan dunia berada dalam keseimbangan. 

AP melaporkan, Selasa (13/9), intelijen AS secara terbuka memperingatkan kembali pada bulan Juli bahwa Teheran berencana untuk mengirim ratusan drone, pembawa bom ke Rusia untuk membantu perangnya di Ukraina. Sementara Iran pada awalnya membantahnya. Kepala Pengawal Revolusi paramiliternya dianggap telah membual dalam beberapa hari terakhir, mengenai keinginnya mempersenjatai diri sebagai kekuatan utama dunia.

Seorang pejabat militer Ukraina, serta situs web tentara pro-Ukraina yang terkait erat dengan militer, menerbitkan gambar-gambar reruntuhan pesawat tak berawak. 

Itu menyerupai segitiga, atau berbentuk delta, drone yang diterbangkan oleh Iran yang dikenal sebagai Shahed, atau "Saksi" dalam bahasa Farsi.

Pejabat militer dan situs web keduanya mengatakan pasukan Ukraina menemukan pesawat tak berawak di dekat Kupiansk, di tengah serangan Kyiv yang menembus garis Rusia di sekitar Kharkiv, di front timur.

Gambar tersebut menunjukkan bahwa pesawat tak berawak Shahed telah ditembak jatuh oleh pasukan Ukraina dan tidak meledak seperti yang direncanakan. Meskipun hanya sedikit informasi lain yang segera dirilis oleh Kyiv. 

Sebuah tulisan di pesawat tak berawak itu mengidentifikasinya sebagai "M214 Geran-2," yang tidak sesuai dengan persenjataan Rusia yang dipakai selama ini.

Misi Iran di PBB belum segera menanggapi permintaan komentar.

Iran memiliki beberapa versi Shahed, yang telah membanjiri kapal induk AS di Teluk Arab, dan telah digunakan oleh pemberontak yang didukung Iran di Yaman, menyerang depot minyak di Arab Saudi dan diduga membunuh dua pelaut di atas kapal tanker minyak di lepas pantai Oman pada tahun 2021. 

Shahed berbentuk segitiga diyakini memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer (1.240 mil). Iran telah menawarkan beberapa rincian.

Para ahli menyebut drone pembawa bom seperti itu sebagai "amunisi berkeliaran." Drone terbang ke suatu tujuan, kemungkinan diprogram sebelum penerbangannya, dan meledak di udara di atas target atau menabraknya.

Iran telah semakin dekat dengan Rusia karena menghadapi sanksi yang menghancurkan atas runtuhnya kesepakatan nuklir pada 2018, setelah Presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian itu. 

Negosiasi atas kesepakatan itu, yang membuat Iran membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi, dan itu sekali lagi menemui jalan buntu.

Ukraina dan Iran juga memiliki hubungan yang tidak ahrmonis dari Pengawal Revolusi Iran yang menembak jatuh sebuah jet penumpang Ukraina pada tahun 2020, menewaskan 176 orang di dalamnya.