Home Regional Total Dana Desa di Jatim Capai Total Rp50 Triliun, Khofifah Tegaskan Sikap Anti-Korupsi

Total Dana Desa di Jatim Capai Total Rp50 Triliun, Khofifah Tegaskan Sikap Anti-Korupsi

Surabaya, Gatra.com – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa jangan ada korupsi pada semua lini. Hal itu ia sampaikan dalam Sosialisasi dan Bimtek Desa Anti Korupsi yang diinisiasi oleh KPK RI di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (14/9). Dalam kegiatan yang dihadiri 300 kepala desa se-Jatim dan lainnya secara virtual itu, turut hadir Ketua KPK RI Komjen Pol. (Purn.) Drs Firli Bahuri. 

Di Jatim telah ada satu desa yang menjadi percontohan Desa Anti Korupsi yaitu Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi. Desa ini menjadi satu dari 10 desa percontohan se-Indonesia yang dipilih dalam program Desa Anti Korupsi yang diinisiasi oleh KPK dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Dalam Negeri.

“Para Kepala Desa yang mengikuti program ini agar menyerap pembelajaran dalam bimtek ini agar memberikan manajemen penguatan dalam pengelolaan desa. Sehingga bebas korupsi dan semakin memberi percepatan bagi kemajuan masyarakat desa di Jatim,” pesan Khofifah.

Ia menjelaskan, kekuatan dana desa di Jawa Timur begitu besar. Dana desa untuk 7.724 desa di Jatim dari 2015 hingga 2022 totalnya mencapai Rp50,319 triliun. Jatim memiliki jumlah Desa Mandiri tertinggi secara nasional yakni berjumlah 1.490 desa atau sebanyak 23,88%.

"Masyarakat desa berhak tahu dana desa yang mengalir ke desanya peruntukannya jelas dan benar-benar dipergunakan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan peningkatan sumber daya manusia di desa. Maka perlu pengawasan yang memang melibatkan masyarakat, ini akan termotivasi dari terbentuknya percontohan desa antikorupsi," ucap Khofifah.

Dana Desa terbukti telah memberi penguatan bagi masyatakat. Salah satu yang berhasil seperti dilakukan Desa Sekapuk Gresik dengan mengembangkan Wisata Alam SETIGI (SELO TIRTO GIRI). Masing-masing Rukun Tetangga (RT) di Desa Sekapuk memiliki warung di kawasan wisata tersebut. Sehingga dapat memiliki pendapatan yang bisa memberikan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan beasiswa bagi anak-anak desa.

Contoh kesuksesan BUMDes di Jatim lainnya yakni di kawasan Pujon Kidul yang memiliki produktifitas sangat tinggi hingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi sebanyak 1.600 tenaga kerja. 

Demi mendorong produktivitas desa, sejumlah BUMDes sukses mendapatkan support dari pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak Rp100 miliar bagi desa yang telah menyiapkan BUMDes dan BUMDesma.