Home Pendidikan Ajak Mahasiswa Terus Gali Potensi, Hidayat Nur Wahid: Jangan Jadi Mahasiswa Mubazir

Ajak Mahasiswa Terus Gali Potensi, Hidayat Nur Wahid: Jangan Jadi Mahasiswa Mubazir

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengajak para mahasiswa untuk ikut andil dalam cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Harapan itu bisa diraih, apabila mahasiswa itu sendiri paham dan mampu memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirinya.

Harapan itu Hidayat sampaikan saat hadir dalam Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UMJ 2022. Ditengah lingkungan kampus yang menyediakan berbagai fasilitas pengembangan potensi, akan menjadi mubazir apabila mahasiswa nantinya enggan untuk mengasah diri di dalam lingkungan kampus.

Baca Juga: RUU Sisdiknas Tak Akan Stop Tunjangan Guru Yang Telah PPG

"Jangan mubazir karena itu adalah sifatnya setan. Maksimalkan potensi yang ada dalam diri dan yang ada di Kampus UMJ. Itulah sumbangsih yang bisa mulai dibentuk untuk bangsa, negara, dan umat. Selanjutnya, untuk mencerdaskan masyarakat,” ujar Hidayat di Jakarta, Kamis (15/9).

Dalam konteks mahasiswa baru UMJ, Hidayat melihat bahwa para mahasiswa baru meeupakan anak muda yang nantinya akan mencerdaskan kehidupan bangsa dan umat serta melanjutkan tonggak kepemimpinan.

“Bangsa dan negara ini menunggu anak bangsa dan generasi pelanjut. Tidak terbuai istilah keren seperti generasi milenial, Y, Z, dan Alpha, yang kemudian jadi alpa (lupa) dengan hakikat dan jati diri yang harus dilakukan," tutup Hidayat

Baca Juga: Skema Seleksi SNMPTN dan SBMPTN Tahun 2023 Akan Diumumkan Bulan Desember

Sementara itu, Rektor UMJ, Ma'mun Murod, dalam sambutannya juga mengajak seluruh maba untuk turut andil dalam kegiatan-kegiatan yang ada di ruang lingkup universitas.

Ia juga berharap para mahasiswa baru tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Namun, para mahasiswa harus menjadi mahasiswa yang menjadi aktivis.

"Aktivis sesungguhnya itu, Indeks Prestasi Kumulatif-nya bagus dengan beragam kegiatan di kampus, tetapi jika ada aktivis yang aktif dalam kegiatan kampus namun IPK di bawah 2,5 itu adalah aktivis gadungan," tegas Ma'mun.