Home Hiburan Dari Novel Laris, Kisah Romantis-Kelam Kya, Sang Gadis Penunggu Rawa

Dari Novel Laris, Kisah Romantis-Kelam Kya, Sang Gadis Penunggu Rawa

Jakarta, Gatra.com - Satu lagi Film Hollywood terbaru, Where The Crawdads Sing, yang tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai Rabu (14/9). Where the Crawdads Sing merupakan salah satu film thriller romantis buatan Amerika, yang diadaptasi dari novel dengan judul sama, karya Delia Owens.

Film Where the Crawdads Sing, disutradarai Olivia Newman dari skenario ditulis langsung oleh Lucy Alibar. Daisy Edgar-Jones berperan sebagai pemeran utama bersama Taylor John Smith, Harris Dickinson, Michael Hyatt, Sterling Macer, Jr., dan David Strathairn.

Film ini menceritakan sosok Kya atau Catherine Danielle Clark, yang sejak kecil hidup sendirian di sebuah rumah, di tengah rawa karena ditinggal oleh anggota keluarganya.

Baca juga: Road to Jakarta Film Week 2022 Dorong Penguatan Generasi Baru Industri Film

Perlakuan ayahnya pada saat ia kecillah yang membuat dirinya menjadi sosok yang tertutup dan kesepian di tengah rawa tersebut.

Dengan keadaannya yang serba terbatas, ia memiliki satu bakat menarik, yaitu melukis dan banyak mencurahkan kehidupannya bersama habitat-habitat di rawa dalam bentuk lukisan dan tulisan.

Baca juga: Film Ngeri-ngeri Sedap Wakili Indonesia di Ajang Oscar 2023

Dalam mempertahankan hidupnya, ia juga mencari beberapa kerang dan dijual kepada pasangan Mabel & Jumpin, keduanya memiliki toko di pinggir rawa.

Pasutri tersebut turut andil dalam kisahnya, hingga pada suatu saat, Kya ditinggalkan oleh kekasihnya Tate, untuk kuliah. Meski ia kemudian juga bertemu dengan sosok pria tampan bernama Chase. Namun pada suatu ketika ia mendapati bahwa Chase adalah sosok pria yang kasar seperti ayahnya.

Hubungan keduanya pun semakin tidak sehat. Cerita pun berubah drastis, saat dua anak menemukan mayat Chase. Kematiannya meninggalkan teka-teki.

Baca juga: Festival Film Wartawan Indonesia Siap Nilai 123 Judul Film, ‘Sri Asih’ Gagal Masuk Penjurian

Alur film berdurasi 2 jam 5 menit ini pun kemudian fokus pada misteri seputar jawaban atas kematian Chase. Dengan alur maju mundur dan banyak adegan yang berputar-putar, Where The Crawdads Sing harus menyita waktu penonton kepada scene yang kadang tak perlu ada. 

Meski begitu Where The Crawdads Sing juga menyuguhkan visualisasi gambar yang memukau dibalut dengan cerita romantis, diimbangi sisi kelam pemerannya. Selain itu, sebagai film yang diangkat dari novel yang penjualannya laris manis, jadi sebuah enomena global, film ini layak dipertimbangkan untuk mengisi akhir pekan.