Home Ekonomi Ubah Model Bisnis, Garuda Indonesia akan Hentikan Penjualan Tiket First Class

Ubah Model Bisnis, Garuda Indonesia akan Hentikan Penjualan Tiket First Class

Jakarta, Gatra.com – Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia akan berhenti menjual tiket first class atau kelas satu untuk fokus pada penerbangan lokal. Maskapai pelat merah itu pun dilaporkan akan fokus pada kursi bisnis, ekonomi premium, dan ekonomi, yang mana dipandang lebih cocok untuk pasar.

“Garuda memiliki model bisnis yang salah di masa lalu, dengan biaya sewa jauh di atas rata-rata industri, sehingga kami harus memperbaikinya,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dalam suatu wawancara bersama Bloomberg, Kamis (15/9), sebagaimana dikutip dari Bloomberg, pada Jumat (16/9).

Erick mengatakan, ia akan menghentikan sebagian besar rute internasional untuk memangkas biaya, kecuali beberapa rute tertentu, seperti penerbangan haji ke Arab Saudi. Meski begitu, Erick menyebut bahwa penerbangan internasional tetap dapat dilayani melalui pengaturan “code sharing” dengan maskapai lain.

Untuk diketahui, Garuda Indonesia memang tengah membenahi operasi mereka agar dapat kembali memperoleh laba pada 2023 mendatang, sekaligus merestrukturisasi utang sekitar US$95 miliar.

Maskapai itu pun berencana meningkatkan jumlah armada penerbangan mereka, dari 30 menjadi 120, secara bertahap kembali ke ukuran pra-pandemi.

Lebih lanjut, Erick pun mengatakan bahwa Garuda Indonesia akan memperoleh pesawat tambahan dari satu atau dua lessor yang ditugaskan oleh Boeing Co atau Airbus SE. Ia memperkirakan, ada sebanyak 1.800 pesawat yang pada akhirnya akan dibutuhkan untuk melayani perjalanan udara di seluruh Indonesia.

Erick mengaku percaya, pihaknya tidak akan menemui kendala dalam proses kesepakatan untuk memperoleh pesawat tambahan tersebut, mengingat besarnya pasar perjalanan udara yang ada di Indonesia.