Home Kesehatan Kemenkes Deteksi 91 Kasus Hepatitis Akut, 11 Meninggal Dunia

Kemenkes Deteksi 91 Kasus Hepatitis Akut, 11 Meninggal Dunia

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan ada total 91 kasus kumulatif dugaan hepatitis akut di Tanah Air, hingga Kamis (15/9).

Dari ke-91 kasus tersebut, 35 kasus di antaranya berstatus probable. Sementara, 7 lainnya dinyatakan pending, dan 49 kasus sisanya telah dinyatakan discarded. Puluhan kasus itu dideteksi tersebar pada 22 provinsi di Indonesia.

"Berarti di sini tersebar di 22 provinsi. Jadi tidak (di) semua provinsi ada kasus hepatitisnya atau probable, maupun suspect, atau pending ini ya," ujar Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, dalam konferensi pers, Jumat (16/9).

Baca Juga: Waspada! Hepatitis Akut Menular Lewat Saluran Cerna dan Saluran Pernafasan

Syahril menyebut DKI Jakarta sebagai provinsi penyumbang kasus dugaan hepatitis akut berstatus probable terbanyak, yakni dengan total 12 kasus. Sementara itu, Yogyakarta menjadi daerah penyumbang kasus probable terbanyak kedua setelah DKI Jakarta, dengan total 3 kasus.

Syahril juga mengatakan bahwa ada total 11 orang yang dinyatakan meninggal dunia dalam kasus tersebut. Sementara, lebih dari setengah pasien terduga hepatitis akut dinyatakan sembuh.

Secara demografis, pasien yang kasusnya dinyatakan probable dan pending didominasi laki-laki, dengan jumlah 30 orang, dengan kelompok usia terbanyak berada pada kisaran 0-6 tahun.

Baca Juga: Menkes Duga KLB Hepatitis A di Pacitan Akibat Sanitasi

"Ada yang meninggal sebanyak 11 orang atau 26% dan sembuh sebanyak 52,3%," kata Syahril.

Syahril menyatakan bahwa penyebab dari hepatitis akut hingga saat ini masih belum ditemukan. Namun, infeksi hepatitis akut dapat dicegah dengan deteksi awal pada gejala yang timbul.

Baca Juga: Hepatitis Akut Sebabkan Kerusakan Hati Cepat, Ini Yang Harus Diperhatikan

Syahril mengatakan bahwa ada gejala spesifik yang menandai keterjangkitan hepatitis akut di Indonesia. Gejala tersebut antara lain, meliputi demam, mual, muntah, kuning, diare akut, atau bahkan sesak napas.