Home Sumbagteng Bakhtiar Optimis Angka Stunting Turun 45 Persen Akhir 2024

Bakhtiar Optimis Angka Stunting Turun 45 Persen Akhir 2024

Batanghari, Gatra.com - Wakil Bupati Batanghari, Jambi, H. Bakhtiar meyakini terjadi penurunan angka stunting daerah ini hingga akhir 2024. 
 
Bakhtiar rupanya menjabat Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sewaktu membuka kegiatan pertemuan advokasi lintas program dan lintas sektor dalam bentuk rembuk stunting.
 
Melalui acara ini, Bakhtiar berharap akan terciptanya komitmen dari seluruh pihak dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama-sama.
 
"Forum yang dirancang dapat direalisasikan dengan baik untuk mencapai target penurunan menjadi 45 persen pada 2024 mendatang," kata Ketua DPD NasDem Batanghari ini.
 
Berdasarakan data kondisi stunting di Kabupaten Batanghari, kata dia telah mengalami penurunan prevalensi stunting sebesar 2.82 persen. Ia berujar untuk 2019 angka persentasi prevalensi sebesar 27.32 persen dan pada 2021 sebesar 24.5 persen.
 
"Harapan kita bersama terutama harapan Pemerintah Provinsi Jambi bahwa pada 2022 ini sebesar 18 persen dan pada 2023 sasaran kita 16 persen dan pada 2024 akan di bawah 14 persen," ucapnya.
 
Kabupaten Batanghari menjadi ke 32 perluasan dari Kabupaten/Koya yang menitikberatkan kepada stunting berdasarkan keputusan Kepala Bappenas 2021 lalu.
 
"Daerah kita ini menjadi lokus yang harus diintervensi penurunan stunting dan terintergrasi pada 2022. Tehitung sejak keputusan tersebut, pemerintah daerah langsung menindaklanjuti dengan pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan penurunan stunting pada Juni 2021 lalu, serta menindaklanjuti dengan Perbup Nomor 7 tahun 2021 tentang tim pencegahan penurunan stunting hingga sampai ke tingkat lurah dan desa," ucapnya.
 
Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan pertumbuhan otak yang kurang maksimal. Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan pelajar di bawah rata-rata serta menyebabkan menurunnya prestasi belajar yang buruk. 
 
Kunci pencegahan stunting adalah pada saat 1.000 hari pertama yang menjadi perhatian kepada ibu hamil serta balita di bawah umur 2 tahun yang sangat menjadi lokus dan fokus dalam program kegiatan ini.
 
"Yang harus diintervensi baik terhadap kelompok remaja putri, calon pengantin yang nantinya menghadirkan generasi yang sehat dan prestasi. Intervensi stunting tidak hanya dilakukan Dinas Kesehatan saja, tentunya mengaharapkan semua stekholder terkait," ujarnya.
 
Bakhtiar menyampaikan ke depannya pemerintah daerah tetap berkewajiban untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat.
 
Saya mengharapkan seluruh perangkat daerah dan stekholder terkait untuk dapat inovasi dengan menggunakan kearifan lokal sehingga pemenuhan gizi masyarakat khususnya ibu hamil dan anak balita agar terpenuhi," ujarnya.
 
"Serta Batanghari dapat bebas dari kasus stunting yang tentunya akan berdampak kepada peningkatan kualitas manusia yang berdaya saing," ucapnya.
 
Bakhtiar selanjutnya menandatangani komitmen bersama stekholder terkait dalam penanganan kasus stunting. Turut hadir Ketua DPRD Batanghari, Forkopimda, Kepala OPD, Kemenag Batanghari, Kepala BPS, Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, Koordinator Provinsi dan Lembaga Pendidikan.