Home Pendidikan Ekspedisi Sungai Batanghari Bagian Kedua, Desa Senaung Jadi Tempat Singgah Pertama

Ekspedisi Sungai Batanghari Bagian Kedua, Desa Senaung Jadi Tempat Singgah Pertama

Jambi, Gatra.com - Ekspedisi Sungai Batanghari bagian kedua resmi dimulai para hari ini, Sabtu (179/). Desa Senaung di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi jadi tempat pertama yang dikunjungi.

Di desa ini sedang berlangsung Festival Budaya Kampung Senaung yang merupakan bagian dari Kenduri Swarnabhumi. Desa Senaung memiliki budaya agraria yang unik. Banyak di antaranya adalah tradisi yang diwarisi turun temurun sejak masa Kesultanan Jambi.

Semarak pagelaran budaya desa yang terletak di tepian Sungai Batanghari ini biasanya digelar menjelang masa tanam ataupun masa panen. Namanya acara Sedekah Payo.

Dalam memeriahkan rangkaian Sedekah Payo, warga Desa Senaung berkumpul di lapangan terbuka. Para tetua adat dan pejabat duduk membentuk huruf L tanpa kursi. Para pemangku adat dan kepala desa memakai baju khas Kesultanan Jambi. Celana panjang dan bersarung.

Baca juga: Kenduri Swarnabhumi: Mengenang Perjuangan Sultan Thaha Syaifuddin

Rangkaian Sedekah Payo kemudian dilanjutkan pembacaan Ayat-Ayat Suci Al-Quran, Qasidah Burdah, dan rangkaian doa yang dipimpin oleh enam datuk tetua adat Desa Senaung. Dalam doa tersebut, ada juga yang berbahasa lokal setempat.

Tim Ekspedisi Sungai Batanghari tiba lapangan Desa Senaung pagi tadi. Kehadirannya disambut dengan meriah oleh warga desa dan tokoh setempat diwarnai Tarian Tabur Beras Kunyit. Tarian khas Muaro Jambi ini dibawakan oleh enam orang siswi SMA Muaro Jambi dengan balutan pakaian adat.

Tarian Tabur Beras Kunyit konon sudah dilestarikan sejak masa Kesultanan Jambi sekitar abad 19. Herlyta Putri yang merupakan pelatih tari mengatakan bahwa Tarian Tabur Beras Kunyit dibawakan untuk menghormati tamu. Hanya perempuan yang boleh menarikan tarian tradisional ini.

“Tarian ini juga untuk melambangkan kesuburan wilayah Muaro Jambi. Kan hampir semua penduduk sini petani. Diwariskan turun temurun mungkin sejak sebelum Indonesia. Jumlah penarinya harus ganjil,” kata Herlyta dalam keterangannya, Sabtu (17/9).

Baca juga: Ekspedisi Sungai Batanghari Bagian Kedua Segera Dimulai

Tarian Tabur Beras Kunyit berlangsung selama kurang lebih tiga menit. Enam macam gerakan menggambarkan gestur selamat datang. Kelima penari yang memakai sanggul bersimpuh di atas karpet merah, lalu berdiri, dan berlenggok di depan rombongan tim ekspedisi.

Turut hadir dalam rombongan Bupati Muaro Jambi, pejabat Ditjen Kebudayaan, Kepala Desa Senaung, dan para tetua dusun. Termasuk aktor dan influencer Eddy Brokoli.

Kepala Seksi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi, Isnaini mengatakan bahwa hak cipta Tarian Tabur Kunyit ini belum terdaftar.