Home Politik PDI-P: Anies Tak Perlu Dijegal, Lihat Saja Prestasinya

PDI-P: Anies Tak Perlu Dijegal, Lihat Saja Prestasinya

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pihaknya tidak menjegal calon manapun yang akan berniat maju dalam kontestasi Pilpres 2024, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Terkait Pak Anies, saya menganggap tidak perlu dijegal. Mengapa? ya, kita lihat prestasinya saja.” ujar Hasto, pada Ahad, (18/9).

Baca juga: MAKI Lapor ke Mahfud MD, Dugaan Korupsi Penjualan Ilegal Ekspor Batu Bara Rugikan Negara Rp9,3 T 

Hasto meminta untuk dilakukan suatu riset yang objektif terkait kinerja Anies selama menjadi Gubernur. “Pertama apa yang menjadi janji kampanye Anies, itu didaftar, termasuk janjinya pada saat debat calon, lalu disampaikan progres pencapaiannya. Inikan fair,” tegasnya.

Kedua, Hasto menilai perlu untuk menampilkan total seluruh APBD DKI Jakarta di masa Gubernur Anies. Dari sana, tampilkan total biaya pengeluarannya dan paparkan dampaknya bagi kemajuan Jakarta.

Selain itu, Hasto juga meminta agar kinerja Anies selama lima tahun memimpin Jakarta dibandingkan dengan para pendahulunya, yakni Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) dan Djarot Saiful Hidayat.

Baca juga: Eks Dirut PTKE Diperiksa soal Korupsi Pabrik Blast Furnace Krakatau Steel   

“Bandingkan secara kuantitatif, kinerja Pak Jokowi, Pak Ahok hingga Pak Djarot, lalu di-cross check dengan anggaran yang dikeluarkan, bandingkan dengan outcomes-nya,” tegas Hasto.

Keempat, Hasto melanjutkan, perlu pula membandingkan kebijakan Anies terkait persoalan dasar masyarakat Jakarta, seperti banjir, kemacetan dan rumah kumuh, ketersediaan air bersih, taman kota, serta kebersihan lingkungan.

“Bandingkan saja apa yang sudah dilakukan oleh Pak Jokowi, sehingga kita ini berpolitik dengan fair, dengan meningkatkan kualitas demokrasi, melalui pendidikan politik yang baik untuk rakyat.” tutur Hasto.

“Kinerja yang bagus ditampilkan untuk menjadi pembelajaran bagi kepala-kepala daerah yang lain, kinerja yang tidak bagus juga untuk dilihat mengapa itu terjadi,” tambahnya.

Baca juga: Lima Relawan PDIP Dicokok Polisi, Tipu 1.300 Warga, Modus Bantuan Rumah

Hasto menilai diksi jegal-menjegal sangat tidak tepat digunakan dalam kontestasi Pilpres 2024. Ia memandang bahwa maju atau tidaknya suatu calon akan kembali kepada capaian kinerjanya. Di samping itu, saat ini partai politik juga sudah dewasa dalam berdemokrasi.

“Partai politik memang ingin menang, tetapi menangnya dengan cara berkeadaban,’ tegas Hasto.