Home Kesehatan Masa Pancaroba, RSU Andhika: Mayoritas Pasien DBD dan Saluran Napas

Masa Pancaroba, RSU Andhika: Mayoritas Pasien DBD dan Saluran Napas

Jakarta, Gatra.com – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum (RSU) Andhika, dr. Pemi Puji Apriani, MARS., mengatakan, mayoritas pasien yang ditangani pihaknya pada musim pancaroba ini adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan infeksi saluran penapasan atas atau upper respiratory tract infections (URI/URTI).

“Penyakit pada pancaroba, memang saat ini 60% dari penyakit yang ada [ditangani] di RSU Andhika ini, rata-rata masalah DBD dan penyakit saluran pernapasan atas,” katanya dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 RSU Andhika di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (18/9).

Untuk mencegah DBD, RSU Adhika mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, di antaranya dengan menerapkan 3 M, yakni menguras penampung air, menutup tempat penampung air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan benda-benda yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. “Mari kita jaga lingkungan bersama-sama, kebersihan agar kita terhindar dari DBD,” katanya.

Sedangkan untuk penyakit saluran pernapasan atas, lanjut Pemi, yakni pihaknya untuk saat ini mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 karena mandemi masih ada.

“Ya karena memang belum tentu semua yang namanya batuk dan pileks itu Covid, tapi belum tentu juga pileks dan batuk hanya sebatas pileks dan batuk,” katanya.

Baca Juga: Fakultas Kedokteran UI Luncurkan Alat Deteksi Dini DBD

Sedangkan terkait pasien Covid-19, Pemi menyampaikan, pihaknya selaku salah satu RS yang ditunjuk sebagai RS rujukan Covid-19, masih menangani beberapa pasien Covid-19, khususnya pasien lanjut usia (lansia).

Ia menjelaskan, kelompok ini masih rawan karena mungkin tidak semuanya mendapatkan booster vaksin Covid-19. Namun kondisi gelanya tidak terlalu berat seperti di awal-awal pandemi ini melanda Indonesia.

“Memang tersisa yang belum tervaksin itulah yang akhirnya sekarang banyak yang positif dan banyak sekali anak sekolah yang belum wajib vaksin,” ucapnya.

Sedangkan untuk cacar monyet atau monkeypox, Pemi menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan sosialiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemkes), dinkes hingga sukudinas (Sudin) terkait soal penanganan penyakit tersebut. 

“Kami disosialisasikan dan sampai saat ini RSU Andhika belum mendapatkan kasus cacar monyet,” ungkapnya.

Adapun untuk HUT ke-9 RSU Andhika, Pemi mengatakan, ini merupakan refleksi untuk terus memberikan berbagai layanan terbaik bagi pasien atau masyarakat serta tetap menjadi salah satu RS unggulan di Jagakarsa, Jaksel.

“Banyak pelayanan baru di tahun ini yang nantinya akan menjadi unggulan di Jagakarsa. Contohnya, kami salah satu RS unggulan di Jagakarsa yang mempunyai layanan fertilisasi morula, kami bekerja sama dengan IVF, kami salah satunya,” ungkap dia. Adapun layanan unggulan RSU Andhika, kata Pemi, masih seputar layanan-layanan untuk ibu dan anak.

Baca Juga: Kasus DBD Naik, DPR Minta Pemerintah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

HUT ke-9 ini juga merupakan momen bagi RSU Andhika untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bukan hanya di bidang kesehatan. “Kami terus hadir di masyarakat untuk acara bakti sosial, acara-acra kesehatan lainnya bekerja sama dengan organisasi-organisasi lain, kami selalu ikut serta,” katanya.

Ketua Panitia HUT ke-9 RSU Andhika, Syovi Octavia, mengatakan, pihaknya menggelar sejumlah acara sejak tanggal 15 Agustus lalu. Adapun sejumlah kegiatannya mulai dari turnamen bulu tangkis, donor darah, sunatan massal, seminar awam, dan berbagai perlombaan di internal RSU Andhika.

“Puncak acara HUT RSU Andhika, acara hari ini jalan sehat. Jalan sehat ini kami berbaur antara RS dengan masyarakat, bergerak bersama sekaligus untuk menyehatkan. Jadi tidak hanya mengobati, tapi preventif. [Peserta] dari keluarga besar RSU Andhika bersama masyarakat, hampir 948 peserta,” ujarnya.

dr. Asep Rachmat dari Dewan Pengawas (Dewas) RSU Andhika, menambahkan, pihaknya yang diberikan mandat untuk mengawasi jalannya operasional, menilai bahwa kinerja RSU ini cukup baik, di antaranya dalam melayani pasien Covid-19.

“Kami siapkan semua, siapkan dari mulai direktur, manajemen, dan lain-lainnya, kita harus siap memberikan layanan dan itu bisa dilalui oleh RSU Andhika. Gelombang pertama, gubernur itu menunjuk RSU Andhika untuk menjadi RS rujukan Covid, kami siap melayani masyarakat,” ucapnya.