Home Internasional Bank Sentral Jerman Melihat Tanda Resesi Berlipat Ganda

Bank Sentral Jerman Melihat Tanda Resesi Berlipat Ganda

Frankfurt, Gatra.com - Bank sentral Jerman mengatakan pada hari Senin bahwa semakin besar kemungkinan ekonomi terbesar Eropa akan menyusut untuk periode "berkepanjangan", karena Rusia membatasi pasokan energi ke benua itu.

"Tanda-tanda resesi untuk ekonomi Jerman berlipat ganda," kata Bundesbank dalam laporan bulanannya, memperingatkan penurunan output ekonomi yang meluas dan berkepanjangan.

Dikutip AFP, Senin (19/9), kemungkinan kemerosotan itu terutama disebabkan oleh kendala sisi pasokan, yaitu berkurangnya pengiriman energi setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga:  Ekonomi Jatuh, Inggris Mendekati Resesi

Moskow telah mengurangi pasokan gas ke Eropa, dan menutup jalur pipa Nord Stream sejak akhir Agustus, sehingga menambah tekanan pada ekonomi Jerman.

Jerman sangat bergantung pada impor energi Rusia untuk menggerakkan industrinya dan memanaskan rumah penduduknya, dengan 55 persen gasnya berasal dari Rusia sebelum pecahnya perang.

PDB Jerman tumbuh fraksional sebesar 0,1 persen antara April dan Juni, namun semakin banyak indikator ekonomi, seperti kepercayaan bisnis dan konsumen, mulai memberi sinyal “merah”.

Baca Juga: Bos IMF Dicalonkan Jadi Presiden Bank Sentral Eropa

“Ekonomi kemungkinan akan menyusut sedikit pada kuartal ketiga tahun ini,” kata Bundesbank, sebelum penurunan "ditandai" selama tiga bulan terakhir tahun 2022 dan awal tahun 2023.

“Penghentian pasokan gas Rusia berarti bahwa situasi di pasar gas sangat tegang," katanya.

Prediksi bank sentral, Jerman dapat "menghindari penjatahan formal" bahan bakar, tetapi pengurangan konsumsi diperlukan. Itu pula akan membuat perusahaan membatasi atau menghentikan produksi.

“Dampaknya tidak akan seburuk “skenario buruk” yang dibuat oleh Bundesbank pada Juni, yang memperkirakan ekonomi menyusut sebesar 3,2 persen pada 2023,” katanya.

Baca Juga: Menkeu Sebut Resesi Pengaruhi Ekonomi Global

"Namun, prospeknya sangat tidak pasti," tambah Bundesbank.

Pengurangan pasokan gas telah membuat harga bahan bakar dan listrik meroket, memacu tingkat inflasi yang tinggi selama beberapa dekade.

Harga konsumen naik pada tingkat 7,9 persen di Jerman pada Agustus, jauh di atas target dua persen dari Bank Sentral Eropa.