Home Ekonomi Kerajinan Tangan Asal Baki Terpilih Jadi Souvenir Resmi KTT G20 di Bali

Kerajinan Tangan Asal Baki Terpilih Jadi Souvenir Resmi KTT G20 di Bali

Sukoharjo, Gatra.com – Produk kerajinan tangan dari warga Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo terpilih menjadi salah satu souvernir resmi untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Ada tiga item kerajinan dari Suryo Art yang dibuat menjadi official merchandise resmi di KTT G20 yang berlangsung di Bali nanti.

Pemilik Suryo Art, Agus Suryono mengatakan, ketiga item tersebut berupa dua vandal plakat dengan ciri khas Suryo Art yakni wayang dari logam. Kemudian tempat bolpoin dari kayu namun tetap ada aksesoris dengan bentuk wayang.

“Saya mengirimkan 10 item foto yang rata-rata vandal plakat dan dikirim secara fisik itu lima. Tapi yang dipesan itu ada tiga item, dua vandal plakat dan satu tempat bolpoin,” kata Agus Suryono saat ditemui di galerinya, Senin (19/9/2022).

Dia menceritakan, semula ia mendapat informasi tentang project tersebut dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dari pengumuman itu tertera bahwa souvenir official merchandise diambil dari UMKM seluruh Indonesia.

“Dari pengumuman itu ada link pendaftaran, saya mencoba mendaftar. Setelah melalui verifikasi ada pengumuman lolos, dari 1.200 yang mendaftar ada 20 UMKM se-Indonesia yang bisa masuk sebagai penyedia official merchandise KTT G20 di Bali,” terangnya.

Dia mengaku awalnya merasa tidak percaya saat produknya terpilih menjadi salah satu official merchandise resmi di KTT G20. Namun dia juga mengaku senang produk hasil olahannya dapat tembus di ajang Internasional.

“Awalnya tidak percaya bisa terpilih jadi salah satu, waktu itu bulan Januari 2022 lalu. Dari Jateng itu hanya ada dua, dari Sukoharjo dan Semarang,” ungkap pria lulusan Fakultas Teknik UNS ini.

Menurutnya, jumlah yang dipesan tidak banyak. Sebab di goodie bag tersebut ada beberapa item, tidak hanya souvernir saja tapi juga ada model-model UMKM lain, seperti makanan kering dan sebagainya.

“20 UMKM seluruh Indonesia di display disana, jadi setelah di display tamu-tamu melihat kemudian panitia menghubungi jumlahnya. Untuk pengiriman kemarin ada dua tahap, masing-masing item itu 15 pcs. Tidak banyak memang jumlah yang dipesan,” ujarnya.

Untuk proses pembuatan sendiri diberi waktu satu minggu sudah harus selesai. Mengingat bahan-bahan yang diperlukan sudah ready, sehingga bisa memenuhi waktu yang diberikan. Vandal-vandal tersebut diberi harga per item sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

“Suryo art mengkhususkan di tiga bahan utama, kayu kulit logam. Sejauh ini untuk bahan tidak ada kesulitan,” bebernya.

Surya Art sendiri sudah berdiri sejak tahun 2011 lalu hingga sekarang. Dimana sebelumnya ia bekerja di sebuah perusahaan swasta. Jiwa seni tersebut ia peroleh dari keluarga yang juga berkecimpung di dunia seni dan perwayangan.

“Pesanan paling jauh USA, China, Italia, Prancis, Rusia, Singapura. Event besar seperti ini sudah sering saya dapat project,” tandasnya.

Sejauh ini sudah banyak pejabat yang pesan produknya ditempatnya, seperti pesanan wayang kulit untuk hiasan dinding di Istana Negara oleh mantan Wakil Presiden, Boediono, serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.