Home Ekonomi Erick Thohir Ajak Umat Islam Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di Indonesia, Untuk Apa?

Erick Thohir Ajak Umat Islam Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di Indonesia, Untuk Apa?

Jakarta, Gatra.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajak umat Islam untuk memperkuat ekonomi syariah untuk terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Erick bercita-cita sistem ekonomi syariah di Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, melainkan harus mengambil peran penting bahkan harus bisa menjadi pemain global.

“Sebagai Ketua @mes.indonesia maupun Menteri @kementerianbumn, InsyaAllah ikhtiar yang kami lakukan dapat mengantarkan ekonomi syariah di negeri kita tak hanya sebagai konsumen, juga produsen, bahkan pemain global,” kata Erick Thohir, dikutip dari Instagram @erickthohir, Selasa (20/9/2022).

Erick mengaku masih perlu waktu beberapa tahun ke depan agar terbentuk ekosistem ekonomi syariah ini, salah satunya dimulai dari sisi sistem keuangannya terlebih dahulu.

“Ekosistem itu memerlukan waktu tidak bisa ekosistem itu dibentuk karena hari ini, memerlukan waktu transisi 2 sampai 3 tahun ke depan,” ucapnya.

“Karena itu sejak awal saya percaya bagaimana mendorong justru ekosistem ini dimulai dari keuangan syariahnya dulu tidak mungkin kita membentuk pengusaha atau kesempatan tetapi pendanaannya tidak tersedia,” tambahnya.

Selain itu, Erick juga menjelaskan supaya ekosistem syariah ini terus berkembang dan mendekatkan kepada umat, ia menerapkan dua strategi kebijakan yaitu mengeluarkan aturan tentang percepatan industri atau keuangan syariah.

“Satu keberpihakan aturan atau policy dari pemerintah bagaimana bisa mengintervensi percepatan dari industri atau keuangan syariah ini, policy atau aturan yang benar bisa mendorong tidak hanya menjadi sebuah aturan tetapi implementasi yang memang harus digerakkan itu satu,” jelasnya.

“Jadi suka tidak suka peran pemerintah penting di sini.” Imbuh Erick.

Lanjut Erick, strategi yang kedua ialah mendorong peran aktif dari masyarakat khususnya dari kalangan umat muslim, baik itu dari dunia pesantren, para ulama dan muslimpreuner harus bersama-sama membangun ekosistem ini.

Namun, kata Erick sistem yang dibangun berdasarkan profesionalisme agar terus tumbuh secara berkelanjutan tidak ketergantungan terhadap keberpihakan pemerintah saja.

“Tetapi jangan sekedar emosional Islamnya secara mekanisme profesionalisme ini dibangun supaya ini menjadi sebuah ekonomi yang sustainable tidak hanya karena pemerintah berarti hak tetapi tidak sustainable,” ulasnya.

Sementara itu, Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) Arief Rosyid menilai Erick Thohir mempunyai keberpihakan terhadap ekonomi syariah di Indonesia dan dipercaya mampu mengemban amanah menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terbesar dunia.

“Ini sesuai dengan apa yang diamanahkan oleh presiden dan wakil presiden, Pak Erick melaksanakan tugas dari presiden dan wakil presiden dengan sebaik-baiknya jadi pertama presiden dan wakil presiden ini kan punya komitmen yang kuat untuk menjadikan Indonesia ini sebagai pusat ekonomi syariah di dunia karena total populasi muslim kita dan berbagai potensi yang kita miliki,” ujar Arief dalam keterangannya, Selasa (20/9/2022).

Arief menambahkan Erick yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu memiliki sejarah dan komitmen yang panjang terhadap ekosistem umat Islam di Indonesia.

“Kemudian yang kedua, Pak Erick Thohir ini kan punya sejarah yang panjang terkait komitmennya terhadap umat Islam misalnya ketika beliau menyelamatkan Republika atau membeli Republika kemudian dan banyak saya kira rekam jejak beliau yang menunjukkan keberpihakan yang begitu besar terhadap ekosistem Islam,” ulasnya.

“Nah yang terakhir ketika beliau mau merger Bank Syariah itu karena cuma dengan memperbesar kapasitas Bank Syariah Indonesia ini dengan memperbesar kapasitas bank syariah itu artinya kapasitas untuk mendorong ekonomi itu juga jauh lebih besar karena kalau datanya itu kan 89 sekian persen aktivitas ekonomi dan keuangan syariah itu ada di perbankan," sambung Arief.

Menurutnya mustahil mewujudkan ekonomi syariah terbesar di dunia tanpa memperkuat ekosistem maupun sistem ekonomi syariah itu sendiri di tanah air.

“Jadi mustahil mendorong tadi mimpi presiden dan wakil presiden untuk menjadikan kita sebagai raksasa ekonomi dunia dengan ekonomi syariah tanpa memperbesar atau tanpa memperkuat perbankan syariahnya,” jelas Arief.

Sejak awal kata Arief, Erick telah memikirkan bagaimana potensi umat muslim di Indonesia yang besar ini bisa lahir para pengusaha dari kalangan muslim, santri dan kalangan pesantren.

“Sejak awal yang dititipkan oleh Pak Erik kepada bank syariah itu agar kita memperkuat ekosistem Islam dan lahirnya muslimpreneur yang banyak itu kenapa karena beliau menyadari betul potensi populasi muslim terbesar ini tanpa ada keberpihakan kepada umat Islam dengan mendorong ekonominya itu kita mustahil bisa menjadi negara yang seperti diprediksi oleh banyak lembaga-lembaga riset yang bonafit,” bebernya.

Sehingga, lanjut Arief, penghargaan yang didapatkan Erick Thohir sebagai tokoh ekonomi syariah menjadi sangat relevan dengan apa yang diperjuangkannya selama ini.

“Menurut saya menjadi sangat relevan dengan penghargaan itu pertama mimpinya presiden dan wakil presiden yang harus dieksekusi oleh para pembantunya dalam hal ini menteri BUMN Pak Erick Thohir yang kedua memperkuat kapasitas perbankan dalam hal ini BSI karena hanya dengan seperti itu kita bisa memperkuat ekonomi dan keuangan syariah,” katanya.

“Yang ketiga untuk menjadikan Indonesia negara yang besar negara maju itu kita harus mendorong juga kita harus ada juga keberpihakan terhadap islamic ekosistem dalam hal ini di dalamnya ada pesantren ada masjid kan dan lahirnya pengusaha-pengusaha muslim yang baru begitu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Arief berpendapat sehingga soal kesenjangan soal ketertinggalan umat muslim yang terbesar ini itu bisa diakselerasi dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada umat.

“Jadi tanpa itu saya kira kita mustahil bisa menjadi negara yang besar dan bisa bersaing dengan berbagai negara-negara yang lain,” tegas Arief.