Home Gaya Hidup Resepsi Diplomatik KBRI Den Haag Tahun ini, Terbesar dan Paling Meriah

Resepsi Diplomatik KBRI Den Haag Tahun ini, Terbesar dan Paling Meriah

Den Haag, Gatra.com - Setelah 2 tahun terkendala pembatasan sosial karena pandemi Covid-19, KBRI Den Haag akhirnya kembali mengadakan Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 pada Kamis, 15 September 2022, bertempat di Wisma Duta Wassenaar, Belanda.

Meski sempat diguyur hujan ringan, hampir 800 hadirin yang terdiri dari kalangan pejabat pemerintahan, korps diplomatik, pengusaha, pemuka agama, akademisi, media, seniman, serta diaspora lainnya, datang memenuhi halaman belakang wisma tempat digelarnya resepsi tersebut dan menikmati acara sampai selesai.

Duta Besar Mayerfas beserta istri, didampingi Wakil Kepala Perwakilan dan Atase Pertahanan beserta istri, menyambut kedatangan para tamu, diiringi dengan alunan gamelan rindik Bali yang dimainkan oleh grup Mudrasvara, yang terdiri dari 1 pemain asal Indonesia dan 2 warga negara asing.

Tari penyambutan adat Bali ‘Puspawresti’ yang dibawakan oleh kolaborasi grup Madaloka dan Dwibhumi dan diiringi gamelan Mudrasvara berhasil memesona para tamu.

Regu Paskibra dari pelajar putra-putri Indonesia yang bersekolah di Belanda dengan seragam lengkap turut berbaris rapi sebagai pasukan penyambut para tamu. Beberapa hari sebelumnya mereka juga berlatih intensif karena didaulat untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus pada pembukaan resmi acara.

Dalam sambutannya, Dubes Mayerfas menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan yang hadir, khususnya dari Pemerintah Belanda dan negara-negara sahabat serta friends of Indonesia yang selama ini saling bahu membahu dalam menghadapi masa pandemi.

"Dua tahun sudah kita menghadapi situasi pandemi dan perlahan kita mampu mengatasi tantangan ini bersama. Apresiasi kami kepada Pemerintah Belanda yang senantiasa memberikan dukungan medis dan obat-obatan, kini saatnya kita bersama untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," ungkapnya.

Dubes Mayerfas juga mendorong perwakilan negara asing dan organisasi internasional yang hadir untuk terus meningkatkan kerja sama khususnya dalam kerangka presidensi Indonesia pada G20 tahun ini dan keketuaan Indonesia pada ASEAN 2024.

Dubes RI juga mengundang investasi dari berbagai negara pada proyek pembangunan IKN yang bukan hanya sebuah investasi pembangunan semata, namun sebuah visi Indonesia atas pembangunan yang berkelanjutan.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk mengundang wisatawan mancanegara untuk kembali merasakan keramahan lebih dari 270 juta penduduk di Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tradisi tumpengan, di mana Dubes Mayerfas menyerahkan pembagian tumpeng kepada Presiden Senat, Prof. Dr. J. A. Bruijn, Direktur Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Belanda, Duta Besar Karin Mossenlechner, dan Ketua Indonesia-Netherlands Society (INS), Ed Kronenburg.

Tradisi tumpeng itu menandai pula dimulainya acara jamuan makan malam dengan aneka hidangan khas Indonesia seperti rendang, woku, rica-rica, kambing guling, sate ayam, nasi Bali, jajan pasar, dan ragam kuliner Indonesia lainnya.

Sepanjang acara resepsi, tamu dihibur dengan lantunan lagu-lagu keroncong, langgam Jawa, dan lagu Batak yang sudah familiar. Selain itu, para tamu juga dibuat kagum dengan penampilan dari pemain biola dan piano muda berbakat Indonesia usia 12 tahun, Reo Pramana, murid Royal Conservatory the Hague yang membawakan lagu-lagu klasik terkenal dunia.

“Saya sangat menikmati sekali acaranya yang sangat luar biasa dan rapi pengaturannya. Ini adalah acara resepsi diplomatik dengan jumlah tamu paling banyak dan paling meriah yang pernah saya ikuti,” ungkap salah satu tamu anggota Indonesia-Nederlands Society.

Pernyataan yang sama juga banyak disampaikan oleh anggota korps diplomatik negara sahabat. Suasana yang meriah kemudian ditutup dengan menarikan bersama Gemu Fa Mi Re, Poco Poco, dan Tobelo.