Home Ekonomi Kumpulkan Kades Se Blora, Ganjar Minta Oknum Penyunat BLT BBM Ditindak Tegas

Kumpulkan Kades Se Blora, Ganjar Minta Oknum Penyunat BLT BBM Ditindak Tegas

Blora, Gatra.com - Gubernur jawa tengah Ganjar Pranowo mewanti-wanti seluruh Kepala Desa dan perangkatnya untuk tidak melakukan pemotongan sepeserpun penyaluran bantuan sosial bail itu Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM maupun lainnya. Ganjar meminta aparat bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang melakukan pemotongan bantuan itu.

Hal ini disampaikan Ganjar saat memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Desa di Kabupaten Blora yang digelar secara virtual di Pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu (21/9).

Baca juga: Bjorka Senggol Denny Siregar, Bagaimana Rasanya Hidup dengan Uang Pajak?

"Saya ingatkan, ini mumpung ada penegak hukum biar semua aparatur tidak main-main. Kalau kita ingatkan baik-baik tidak bisa, saya minta aparatur untuk bertindak tegas.  Pak Kapolres, Kejaksaan tidak usah ragu-ragu saya dukung. Pak Bupati bisa gerak cepat ," jelas Ganjar.

Diketahui, belakangan ini di Blora sempat ramai dibicarakan terjadi pemotongan bantuan langsung tunai atau BLT BBM yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Randublatung. Saat ini untuk pelaku sudah dilakukan pembinaan.

Baca juga:  G20 Sepakat Dukung Implementasi Solusi Dua Pilar Perpajakan Internasional

Menyikapi informasi tersebut Ganjar menegaskan bahwa tidak boleh ada pemotongan bantuan kepada masyarakat. Baik bantuan kompensasi BBM maupun bantuan lainnya.

"Tolong bantuan dari pemerintah diberikan ke mereka yang tidak mampu. Jangan diambil. serupiah pun tidak boleh.  Mau pakai alasan apapun tidak boleh. Bahkan kalau mereka mau kasih cashback, tolak! Biarkan mereka yang berhak mendapatkan penuh," tandasnya.

Ganjar mengajak kepada seluruh aparatur untuk memastikan agar bantuan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat yang berhak. Termasuk kaitanya dengan perbaikan pendataan. "Kawan-kawan camat bisa mengawasi, kawan-kawan kades dan perangkatnya kita diminta untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Gubernur mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Blora  bersama Forkopimda dengan memberikan pengarahan kepada seluruh kepala desa dan kelurahan se kabupaten. "Saya angkat jempol untuk keluarga yang da di Blora karena gerak cepat dan hari ini mengumpulkan semuanya, sebagai satu peringatan yang sangat keras," paparnya.

Baca juga:   RI Nikmati Windfall, Wamenkeu: Tantangan Kelola Anggaran dan Perpajakan 

Sementara itu, Bupati Blora , Arief Rohman meminta agar tidak terjadi lagi adanya pemotongan bantuan di Kabupaten Blora. “Kita sudah tegas, setelah ini dari Pak Kapolres, Pak Kajari, dari aparat penegak hukum, kita sudah kasih warning melalui kepala desa kalau ada bantuan yang dipotong lagi,  akan kita tindak tegas,” tandas  Bupati. 

Bupati  meminta agar kasus pemotongan bantuan di Randublatung sebagai peringatan, sekaligus pembelajaran agar tidak terjadi kasus serupa dikemudian hari.

“Kasus di Randublatung kita sepakati untuk melakukan pembinaan, kita sudah panggil dari dinas, dari kepolisian, yang bersangkutan sudah meminta maaf dan tidak akan mengulangi lagi. Ini sebagai peringatan jangan sampai melakukan hal ini, kalau melakukan hal ini kita sudah tidak tolerir lagi,” tegasnya.