Home Ekonomi Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu di Kartasura Menjerit

Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu di Kartasura Menjerit

Sukoharjo, Gatra.com – Harga kedelai di sentra di sentra industri kecil tahu di Kecamatan Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah merangkak naik. Salah satunya di industri tahu di Desa Purwogondo, Kecamatan Kartosuro,  yang mana pedagang kedelai di desa tersebut saat ini terus mengeluh dengan adanya kenaikan harga kedelai import.

“Selama ini pedagang kedelai hanya menjual kedelai impor yang dirasa laris karena dianggap bagus kwalitasnya dibanding kedelai lokal,” kata pedagang kedelai, Heri Hariono, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Dorong Kinerja UMKM Lokal, BNI Dukung Pameran Kriya Nusantara

Bahkan kenaikan harga setiap harinya terus mengalami peningkatan. Terpantau hingga kini harga kedelai diangka Rp12 ribu per kilo gram naik dari harga sebelumnya Rp11 ribu per kilogramnya.

“Kami merasa kenaikan ini dipicu selain gagal panen juga seiring adanya kenaikan harga bbm yang diperlakukan pemerintah beberapa hari lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Suranto pengrajin tahu yang berada di desa setempat juga merugi dengan adanya kenaikan harga kedelai akhir-akhir ini. Mereka hanya bisa pasrah dan tetap mempertahankan kwalitas ukurannya meski saat ini merugi hingga 50 persen.

Baca juga: Indonesia Dinilai Bisa Buktikan Kualitas Pada Piala Dunia U-20, Dari Segi Apa?

Baca juga: Penguatan Zona Integritas, Staf Khusus Menkumham Kunjungi Imigrasi Palembang

“Harga saat ini naik terus. Kenaikannya beberapa hari ini naik terus. Sejak setelah bbm naik itu naik terus. Katanya pedagang disana itu karena panennya itu gagal. Terus ditambah harga bbm naik,” terangnya.

Mereka berharap pemerintah memperhatikan nasib para perajin tahu dan tempe. Sehingga kedepan tetap bisa bertahan berdagang.