Home Pendidikan Pilih Direlokasi, SMPN 13 Kota Jambi Tolak Dimerger

Pilih Direlokasi, SMPN 13 Kota Jambi Tolak Dimerger

Jambi,Gatra.com - Komisi IV DPRD Kota Jambi di pimpin oleh Ketua Komisi IV  H. Jefrizen, Wakil Ketua Komisi IV M. Zayadi, H. Muslim dan Kemas Faried Al Rely, turun lapangan bersama Dinas Pendidikan Kota Jambi ke sejumlah sekolah mulai dari SDN 120, SMPN 3 hingga SMPN 13.

Di SDN 120, Komisi IV mendapati kelebihan jumlah guru, serta aspirasi terkait sarana mushola. Sementara di SMPN 13, Komisi IV melihat banyak ruang belajar kosong dari 20 rombongan belajar (rombel) hanya terisi 9 rombel.

"Kami lihat memang di SMPN 13 ini ada perkembangan di banding tahun lalu, jumlah siswa bertambah tapi belum maksimal. Kedepan kita berharap minat menyekolahkan anak lebih banyak lagi. Tenaga pengajar di sini banyak yang masih muda dan energik, semangat mengembangkan sekolah, mereka berharap sekolah ini masih tetap berdiri di sini," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, H. Jefrizen kepada Gatra.com, kamis (22/9).

Menurut Jefri, terkait persoalan merger hal ini sudah sering di wacanakan, akan pertimbangkan, itu salah satu solusi, tapi lebih lebih tepatnya relokasi.

"Bila memang nantinya di SMPN 13 pada tahun ajaran baru jumlah siswanya meningkat, kenapa harus dimerger," ujarnya.

"Tapi kalau ternyata menurun, ya kita juga harus legowo. Mudahan-mudahan juga bisa direlokasi, apakah di buat sekolah khusus yang bisa di sesuaikan dengan kondisi di sini, karena di daerah sini anak-anaknya lebih senang sekolah berbasis religius," sambungnya.

Menurut Jefri, kepala sekolah bersama perangkatnya bisa membuat program dan inovasi agar minat masyarakat di lingkungan ini tumbuh minatnya menyekolahkan anaknya di SMPN 13," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 13 Kota Jambi, Yunanisah mengatakan, para orang tua siswa di lingkungan sekitar lebih cenderung anaknya bersekolah agama seperti pesantren atau MTS. "Jadi untuk ke sekolah umum mereka agak kurang berminat, namun kami tetap berusaha agar sekolah kami tidak kalah dengan MTS atau pesantren," kata Kepala SMPN 13 Yunanisah.

Kepala Sekolah yang baru dilantik ini menjelaskan, pihaknya memiliki program melahirkan lebih banyak hafiz dan hafizah. "Insya Allah pada bulan 12 kita wisuda lebih 10 orang, setiap pagi program kita menghapal ayat-ayat pendek," ujarnya.

Menurut Yunanisah, pihaknya tidak setuju bila sekolah ini dimerger, karena pihaknya berusaha membangkitkan kembali sekolah ini dan menambah jumlah siswa. "Kita kurang setuju, kami di sini memiliki potensi untuk maju dengan guru-guru muda yang hebat, sekolah ini juga punya lokasi strategis, gedung kami banyak,".