Home Ekonomi Peran Perikanan dan Pertanian RI di Rantai Nilai Global di Bawah Vietnam

Peran Perikanan dan Pertanian RI di Rantai Nilai Global di Bawah Vietnam

Jakarta, Gatra.com - Sektor pertanian dan perikanan memainkan peran penting dalam perekonomian dan global value chain (GCV) atau rantai nilai global di kawasan ASEAN. Namun, belakangan kerangka global supply chain cenderung tidak memberikan keuntungan dan manfaat yang setara bagi petani dan nelayan kecil.

Riset yang dilakukan The Prakarsa dan Tax and Fiscal Justice Asia mencoba menganalisis bagaimana pola global value chain pada empat komoditas (kelas sawit, kopi, beras dan perikanan) di Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam. Juga mengamati apakah pola GCV telah memberikan inklusivitas bagi petani dan nelayan kecil di setiap negara.

Peneliti The Prakarsa, Panji mengungkapkan, produk pertanian maupun perikanan Thailand dan Vietnam memiliki indeks partisipasi dalam GCV lebih besar dibandingkan Indonesia dan Filipina.

"Artinya produk-produk pertanian dan perikanan Thailand dan Vietnam ini mampu masuk ke GCV dalam praktiknya," ungkap Panji dikutip Jumat (23/9).

Hasil riset juga menunjukkan bahwa partisipasi Vietnam dalam GCV yang memberikan nilai tambah perdagangan lebih unggul di semua komoditas yang diteliti yaitu beras, perikanan, kelapa sawit dan kopi.

Sementara Indonesia memiliki nilai yang paling rendah di dua sektor, yaitu pertanian dan perikanan, terutama pada industri perikanan. Sejak 2014-2018, Indonesia bersama Thailand mengalami penurunan yang konstan pada semua sektor pertanian dan perikanan dalam hal partisipasi CGV yang memberikan nilai tambah.

Panji menyebut, Vietnam ternyata memiliki indeks backward linkage dan forward linkage yang lebih besar dibandingkan dengan tiga negara lainnya, bahkan hampir di semua komoditas.

Terutama, Panji melanjutkan, pada sektor produk makanan dan minuman serta tembakau, Vietnam memiliki indeks forward linkage paling tinggi yaitu sebesar 2,82.

Artinya, Panji menjelaskan, ketika terjadi peningkatan input dari komoditas tersebut diproyeksikan akan meningkatkan perekonomian Vietnam sebesar US$2,82 juta.

"Hampir seluruh sektor pertanian dan perikanan Vietnam dan Thailand menjadi key sector atau sektor utama dalam perekonomiannya," imbuhnya.