Home Regional Ada Proyek Sodetan Waduk, Warga Pondok Bambu Khawatir Picu Banjir di Wilayahnya

Ada Proyek Sodetan Waduk, Warga Pondok Bambu Khawatir Picu Banjir di Wilayahnya

Jakarta, Gatra.com - Warga di wilayah RT.01, RT 02 dan RT 013 RW 11 Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur mengeluhkan adanya potensi banjir akibat proyek Sodetan Waduk Dogol ke Kanal Banjir Timur, yang bisa merendam perkampungan mereka.

"Pekerjaan Pembuatan Sodetan Waduk Dogol Segmen Jalan Statistik menuju Jalan Teluk Mandar, Kelurahan Pondok Bambu sangat mengkhawatirkan, bisa merendam wilayah pemukiman kami," kata Jatmiko, perwakilan warga dalam rilis yang diterima Gatra.com, Jumat, (23/9).

Warga merasa, kampung mereka, yang bisa dikatakan berada di tengah-tengah bagian jalur saluran sodetan, sangat rentan tergenang air dari luapan sodetan yang belum jadi.

Apalagi wilayah ini, secara topografi merupakan kawasan cekungan yang sering mendapatkan limpasan air dari berbagai wilayah di sekitarnya.

Karena itu, warga meminta pengerjaan proyek ini juga dilakukan secara hati-hati. Menurut Jatmiko, proyek pengerjaan saluran yang baik harus sudah melalui kajian yang baik, sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan.

"Sebaiknya dilakukan dimulai dari hilir (Saluran masuk BKT), bukan terlebih dahulu dikerjakan dari hulu (saluran keluaran waduk), seperti yang saat ini sedang dilakukan," tegasnya.

Warga juga mendorong pihak yang bertanggungjawab dalam pekerjaan ini, serta pemerintah daerah dari kecamatan hingga Kotamadya Jakarta Timur untuk melakukan evaluasi atas pekerjaan proyek ini.

Menurut Jatmiko, pihaknya menawarkan solusi untuk mengatasi dampak banjir agar dapat diselesaikan secara menyeluruh, tuntas dan komprehensif.

"Pertama, normalisasi aliran sodetan saluran penghubung Teluk Sibolga hingga menuju Saluran Penghubung Teluk Banda dan mengaktifkan kembali saluran air di depan P2KPTK2 Jakarta Timur dan RSKD Duren Sawit," jelasnya.

Warga juga meminta pelaksana proyek segera berkoordinasi dengan Sudin Bina Marga agar sumbatan yang ada di bawah jembatan Jl. Teluk Sibolga dapat dijebol untuk mengalirkan aliran air saluran penghubung Teluk Sibolga yang kapasitasnya hampir penuh, meski tidak hujan.

"Perlu pula dilakukan penertiban bangunan di atas saluran penghubung, berupa garasi mobil pribadi warga, sebagaimana ketentuan dan aturan yang berlaku," papar Jatmiko. "Selain itu, warga meminta pengurasan sumbatan saluran penghubung Teluk Sibolga menuju Kali samping sekolah SMP 202 di Jl. Buluh Perindu I." tambahnya.

Lurah Pondok Bambu, Ruslan, saat dikonfirmasi Gatra.com, mengaku sudah menerima keluhan warganya. "Saya juga sudah tinjau dengan warga tentang masalah di lapangan," katanya.

Saat ini, pihak Kelurahan juga melaporkan situasi ini ke Kecamatan, dalam hal ini Kasatpel Sumber Daya Air Kecamatan Duren Sawit.

Selain itu, untuk antisipasi potensi banjir, dalam jangka pendek, Kelurahan sudah menyiapkan aksi penanganan. "Kelurahan bersama Sudin SDA akan melaksanakan kerja bareng, menguras sodetan dan penyempitan jalannya air," kata Ruslan.