Home Kesehatan Pandu Riono: Penularan Covid-19 Tak Mungkin Ditekan 100%

Pandu Riono: Penularan Covid-19 Tak Mungkin Ditekan 100%

Jakarta, Gatra.com - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan, pernyataan Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) tentang ujung pandemi Covid-19 telah ada di depan mata merupakan suatu sinyal positif bagi masyarakat dunia.

Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan tanda bahwa angka penularan Covid-19 di sebagian besar negara-negara telah menurun, sekaligus menandai bahwa dunia mulai dapat keluar dari status gawat darurat Covid-19 yang menjerat global selama dua tahun terakhir.

"Jadi, kita sekarang sudah menuju ke sana. Menuju untuk mencabut status kedaruratan (Covid-19)," ujar Pandu Riono, dalam acara "Meet the Expert: Kapan Pandemi Berakhir?", pada Jumat (23/9).

Meski begitu, Pandu mengatakan bahwa pada dasarnya, kasus penularan Covid-19 tidak akan dapat ditekan hingga 100 persen. Sama seperti sejumlah penyakit lain yang terus ada, ia juga memandang bahwa dunia tidak mungkin lagi bergulat tanpa adanya Covid-19.

"Penularan tidak mungkin ditekan 100 persen. Tidak mungkin 'Zero-Covid'. (Akan) selalu ada Covid. Ya, seperti tidak mungkin tidak ada Tuberculosis, tidak mungkin tidak ada Demam Berdarah," kata Pandu.

Menurutnya, hal yang justru krusial untuk menjadi perhatian adalah, bagaimana angka kematian dan gejala parah Covid-19 dapat ditekan hingga ke titik terendah, atau bahkan mencapai angka nol.

"Yang penting adalah yang menjadi parah, yang harus masuk ICU, yang harus pertolongan dengan teknologi tinggi, dan kematian, itu ditekan serendah-rendahnya, kalau perlu sampai tingkat nol," kata Pandu dalam kesempatan tersebut.

Pandu memandang, untuk mencapai tahap itu, masyarakat harus mendapatkan vaksinasi. Terutama dalam konteks lansia dan orang-orang dengan komorbid. "Harus ke arah sana, supaya kita bisa, Pak Jokowi bisa mengumumkan mencabut status kedaruratan (Covid-19)," tegasnya.

Tak hanya itu, Pandu juga menyebut penting bagi pihak pemerintahan untuk terus melakukan surveilans, atau pengawasan dan pengamatan terhadap penyakit di Tanah Air. Tak hanya Covid-19, namun juga penyakit dalam konteks umum. Ia menyebut, surveilans sendiri merupakan bagian dari tupoksi Kementerian Kesehatan dalam memerangi pandemi Covid-19.