Home Politik Pilkada NTB 2024, Munculnya Vote Getter dari Kalangan Milenial dan Generasi Z Multi Talenta

Pilkada NTB 2024, Munculnya Vote Getter dari Kalangan Milenial dan Generasi Z Multi Talenta

Mataram, Gatra.com - Lembaga Kajian Sosial Politik (Mi6) NTB memprediksi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di NTB pada 27 November 2024 akan diwarnai fenomena kemunculan vote getter dari kalangan milenial dan generasi Z multi talenta dalam menyemarakan gelaran konstestasi lima tahunan tersebut.

Hal ini dipicu seiring meningkatnya kesadaran politik masyarakat, khususnya kaum muda atau milenial dan generasi Z dalam mengawal dan mengawasi konstestasi Pilkada.

"Kalangan milenial dan generasi Z yang multi talenta akan menjadi trans setter (kiblat baru) dalam mendulum perolehan pundi suara konstestan Pilkada NTB lewat konten kreatif dan operasi teritorial lainnya," kata Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Minggu (25/9).

Lelaki yang akrab disapa Didu ini mengatakan, peningkatan partisipasi pemilih di NTB, khususnya dari kalangan pemilih pemula/milenial dan generasi Z dari total 3.753.096 jumlah pemilih di seluruh Kabupaten/kota di NTB mencerminkan keberhasilan civic education (pendidikan kewarganegaraan) oleh stakeholder di NTB dalam mempromosikan pendidikan politik yang benar di masyarakat.

"Untuk sekadar ilustrasi, sejumlah survey menunjukkan pemilih pemula/milenial dan generasi Z dengan rentang usia 17-37 tahun diprediksi menjadi kelompok pemilih terbesar di Pemilu 2024. Ini artinya posisi tawar milenial dan generasi Z cukup signifikan dalam mempengaruhi persepsi pemilih," tandas Didu.

Didu kemudian mengutip data KPU untuk Pemilu 2019, jumlah pemilih muda mencapai 70-80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Ini artinya 35 %-40 % pemilih muda/milenial mempunyai kekuatan besar dalam mempengaruhi jumlah perolehan suara para konstestan.

"Maka tak heran, dalam Pilkada serentak di NTB 2024 mendatang, anak muda/ milenial kreatif banyak terlibat dalam strategi kampanye dengan menggunakan berbagai platform media sosial seperti facebook, instagram, tik-tok dan sejenisnya dalam memback up paslon yang di endors," ujar pria mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB ini.