Home Politik KIB Disebut ‘Ecek-Ecek’, Yandri: Semua yang Berkembang Masih Ecek-Ecek

KIB Disebut ‘Ecek-Ecek’, Yandri: Semua yang Berkembang Masih Ecek-Ecek

Jakarta, Gatra.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, buka suara soal pernyataan politisi NasDem, Zulfan Lindan, yang menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang menaungi PAN, Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebagai suatu koalisi ecek-ecek. Yandri memandang, semua koalisi yang saat ini berkembang masih “ecek-ecek”.

“Semua [koalisi] yang berkembang sekarang itu ya masih ecek-ecek. Namanya wacana, kan? Mau koalisi siapa pun, kan belum ada bentuk. Belum ada capres dan cawapres yang diusung secara resmi,” ujar Yandri, ketika ditemui di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Selasa (27/9).

Yandri mengaku tidak masalah dengan pandangan Zulfan terhadap KIB. Hanya saja, Yandri memilih untuk menghargai dinamika politik yang ada saat ini. Ia justru memandang, sejumlah koalisi yang kini telah terbentuk merupakan suatu hal yang bagus dan sesuai dengan dinamika demokrasi.

Baca Juga: Pengamat Nilai Kebersamaan KIB Bakal Diuji dalam Penentuan Kandidat Capres-Cawapres

“Saya kira bagus, tidak ‘ecek-ecek’. Kalau menurut saya ya. Karena, dinamika demokrasi harus begitu,” kata Yandri dalam kesempatan tersebut.

Ia percaya, koalisi-koalisi yang ada saat ini pada akhirnya akan terbentuk kokoh dengan pada akhirnya, setelah masing-masing partai politik berhasil menemukan formula yang tepat antara satu dengan lainnya, sebelum menuju ke tahap pengusungan capres-cawapres.

“Pada akhirnya akan menjadi bentuk nanti. Mencari formula yang tepat [untuk] di akhir nanti, yang bentuknya itu partai, atau gabungan partai politik, mendaftarkan pasangan capres dan cawapres, ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Tapi proses itu perlu dilewati,” tutur Yandri.

Menurutnya, proses yang panjang dari penentuan formula koalisi tersebut justru akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut andil dalam memberikan masukan terhadap partai politik yang akan “bertarung” jelang Pemilu 2024 nanti. Proses tersebut Yandri tegaskan sebagai langkah yang baik dalam berdemokrasi.

Baca Juga: Pengamat Sebut Publik Harus Dorong Koalisi Lebih dari Dua Poros, Loh Kenapa?

“Bagi kehidupan demokrasi kita yang sangat terbuka seperti ini, penting untuk dilakukan, tadi, lobi-lobi, memahami satu sama lain, membangun poros. Itu kan enggak masalah. Walaupun pada akhirnya memang, itu akan ditentukan pada siapa yang akan didukung oleh koalisi-koalisi ini, siapa Capres dan Cawapresnya,” kata Yandri.

Ia pun menggarisbawahi bahwa KIB sangat terbuka untuk menggandeng partai politik manapun, baik yang ada di parlemen maupun non-parlemen. Oleh karena itu, ia pun menilai sebutan “ecek-ecek” yang dilontarkan terhadap koalisi partainya itu pun sebagai suatu ungkapan yang kurang tepat.

“KIB itu sangat terbuka. Tidak pernah kami menutup diri. Makanya kalau dibilang ‘ecek-ecek’, saya kira kurang pas lah ya, karena kami serius. Sudah beberapa kali pertemuan, deklarasi, kemudian sudah menyampaikan visi-misi,” tegas Yandri.