Home Regional Gubernur Bali Siapkan 45 Ribu Hektar Lahan Pertanian Organik

Gubernur Bali Siapkan 45 Ribu Hektar Lahan Pertanian Organik

Jakarta, Gatra.com - Gubernur Bali, Wayan Coster mengatakan telah menyiapkan 45 ribu hektar lahan di Bali yang siap digunakan untuk pertanian organik. Proyek itu ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

"Bali saat ini tengah gencar menyelenggarakan sistem pertanian organik yang diatur dalam perda nomor 8 tahun 2022. Dari 70.000 hektar sawah yang ada, 40.000 hektar di antaranya ditargetkan sudah organik," ujar Wayan Coster dalam Global Forum on Digital Agriculture Transformation in Accelerating Women and Youth Entrepreneurship dikutip, Rabu (28/9).

Baca JugaDi Hadapan Dirjen FAO dan Menteri Pertanian Dunia, Mentan SYL Dorong Implementasi Pertanian Digital

Ia mengaku telah menargetkan seluruh pertanian di wilayahnya mampu menggunakan sistem pertanian organik yang ramah terhadap lingkungan.

Selain sawah, menurut Wayan, sistem pertanian organik juga sudah menjalar sampai ke subsektor perkebunan. Adapun luas lahan kebun organik di Bali saat ini sudah mencapai 154 ribu hektare dari total lahan yang ada sekitar 200 ribu hektar.

"Bahkan di tahun depan, baik sawah maupun kebun ditargetkan sudah organik semua. Dan kami bertekad semua pertanian Bali harus total organik menjadi pulau organik agar menghasilkan pangan yang sehat dan berkualitas serta tidak menimbulkan polusi bagi lingkungan tidak merusak lingkungan," katanya.

Selain itu, Wayan juga mengungkapkan saat ini ada pergerakan warga Bali terhadap hilirisasi pertanian. Salah satunya yaitu dengan melakukan berbagai macam pengolahan pangan sehat berbasi kearifam lokal yang bisa menambah nilai ekonomi masyarakat setempat.

Baca JugaMentan SYL Buka Pasar Tani Jamin Ketersediaan Pangan Hingga Idul Fitri di Sulsel

"Kami telah melakukan inisiasi pengembangan industri olahan untuk menghasilkan nilai tambah perekonomian yang berbasis pada kearifan lokal," imbuhnya.

Ke depan, Wayan berharap pertanian akan memberi kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan perekonomian Bali dan akan membuat Bali lebih mandiri dalam bidang perekonomian.

Sebagai informasi, sektor pertanian di Provinsi Bali masuk dalam skala prioritas program utama dan tertuang dalam 6 pilar ekonomi Bali. Pertanian menduduki urutan pertama di atas sektor kelautan dan perikanan.

25