Home Internasional Referendum Rampung, Kini Para Pemimpin Wilayah Separatis Ukraina Tiba di Moskow

Referendum Rampung, Kini Para Pemimpin Wilayah Separatis Ukraina Tiba di Moskow

Moskow, Gatra.com - Pimpinan Republik Rakyat Donetsk, Luhansk, serta wilayah Kherson dan Zaporozhye dikabarkan telah tiba di Moskow. Keempat pemimpin wilayah separatis Ukraina itu tiba di Bandar Udara Domodedovo pada Kamis (29/9).

Wakil kepala administrasi wilayah Kherson mengabarkan kedatangan tersebut melalui akun Telegramnya. Ia mengunggah foto yang memuat Vladimir Saldo dan Yevgeny Balitsky, serta Pemimpin Republik Donetsk, Denis Pushilin di dekat gang pesawat. Hanya saja Kepala LPR, Leonid Pasechnik, tidak tampak pada foto tersebut.

"Wilayah Kherson dan Zaporozhye, republik rakyat Donetsk dan Luhansk telah berkumpul di Moskow untuk membuat keputusan bersejarah. Kami secepatnya akan menjadi bagian baru Federasi Rusia,” tulis Stremousov dalam keterangan unggahan di akun telegramnya, Kamis (29/9).

Referendum terkait keputusan bergabung dengan Rusia diadakan dari 23-27 September lalu di Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, serta di wilayah Kherson dan Zaporozhye. Berdasarkan hasil pengolahan 100 persen surat suara di Donetsk, 99,23 persen yang memilih bergabung dengan Rusia, untuk Luhansk 98,42 persen, Kherson 87,05 persen, dan wilayah Zaporozhye 93,11 persen.

Menurut para pimpinan wilayah tersebut, keputusan bergabung dengan Rusia akan mengamankan wilayah mereka dan memulihkan sejarah yang mereka miliki. Selain itu, keputusan ini sangat diperlukan untuk menghentikan aksi teror terus-menerus oleh otoritas Ukraina dan anggota NATO, yang memasok senjata untuk membunuh warga sipil.

Sebelumnya, Vladimir Putin mengatakan pada 21 September bahwa Rusia akan mendukung keputusan referendum yang akan dibuat oleh penduduk wilayah Donbass, Zaporozhye dan Kherson.

Menanggapi hasil referendum, Kremlin menyatakan hal itu menunjukkan bahwa rakyat di empat wilayah tersebut berupaya mempertahankan hak mereka untuk menjadi bagian dari Rusia.

“Ini sebuah bentuk keberanian, kehendak orang-orang yang telah delapan tahun berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri. Mereka tidak dapat dipatahkan, mereka tidak dapat ditakuti, mereka tidak dapat ditundukkan. Mereka mampu melakukannya, mereka membuat keputusan mereka sendiri," ujar Deputi Pertama Administrasi Kepresidenan, Sergei Kiriyenko.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada tahapan aksi bersama untuk menindaklanjuti hasil referendum tersebut. "Dalam waktu dekat, tahap penting dari aksi bersama kita ke depan untuk memenuhi aspirasi warga DPR, LPR, Zaporozhye dan Kherson untuk memilih bersama dengan Rusia," tulis Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Adapun Parlemen Rusia saat ini tengah merancang produk undang-undang yang diperlukan untuk masuknya wilayah baru ke Federasi Rusia. Pertemuan untuk membahas hal tersebut rencananya akan digelar pada 4 Oktober mendatang.

123