Home Pendidikan Kemendikbud Tekankan Pentingnya Pelajar Miliki Nilai Karakter

Kemendikbud Tekankan Pentingnya Pelajar Miliki Nilai Karakter

Jakarta, Gatra.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menekankan pentingnya nilai karakter untuk dimiliki pelajar di masa disruptif seperti saat ini. Sebab, nilai karakter dipandang dapat membantu melengkapi para pelajar, di era yang mengharuskan mereka untuk terus belajar setiap waktu.

“Nilai karakter, adalah hal yang kami ingin dapat mereka miliki, dan ini adalah yang mereka butuhkan saat ini,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Iwan Syahril, pada peringatan HUT Ogilvy ke-50, di Jakarta, Jumat (30/9).

Iwan mengatakan, keterampilan yang perlu dimiliki pelajar saat ini adalah keterampilan untuk dapat terus belajar sepanjang hayat. Menurutnya, keterampilan dalam konteks literasi, numerasi, dan pembangunan nilai-nilai karakter akan dapat membekali pelajar generasi masa depan.

Pasalnya, kata Iwan, pembelajaran di sekolah dalam konteks materi akan berubah seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, apa yang dipelajari oleh seorang siswa pada suatu masa, mungkin sudah tak lagi relevan dengan apa yang dipelajari oleh generasi setelah mereka, saat mereka sudah lulus kelak.

“Saat dunia berubah, apa yang mereka pelajari di sekolah sekarang, dalam hal materi pelajaran, akan berubah ketika mereka sudah lulus nanti,” jelas Iwan.

Oleh karena itu, Kemendikbudristek saat ini tengah mengembangkan asesmen nasional, yang berbeda dari ujian berisi materi-materi pelajaran. Asesmen itu cenderung lebih mirip survei dibandingkan ujian seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi kami telah mengembangkan sistem penilaian nasional. Itu berbeda dari sebelumnya. Selain itu, fokus pada asesmen ini lebih seperti survei daripada seperti ujian, dan bukan seperti (alat) untuk menghukum siswa,” kata Iwan dalam kesempatan tersebut.

Lewat asesmen tersebut, Kemendikbud memilih fokus untuk memperoleh data akan titik kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh setiap sekolah di Indonesia. Data tersebut pada akhirnya digunakan oleh Kemendikbud untuk mendukung masing-masing sekolah agar dapat membangun eksosistem pembelajaran yang lebih baik bagi siswa.

“Jadi, itu tidak (lagi) bersifat wajib untuk dikerjakan semua siswa. Cukup sampel seperti survei, dan fungsinya adalah memberi kami data untuk membantu siswa di sistem sekolah, dan membantu siswa untuk bisa belajar lebih baik lagi,” ucapnya,

Iwan pun mengatakan, pihaknya percaya bahwa konsep Merdeka Belajar yang saat ini mereka usung merupakan cara terbaik untuk menggali pola pikir dan pola laku yang tepat untuk dapat menciptakan pemimpin Indonesia di masa depan.

108