Home Nasional Tragedi Kanjuruhan, LPSK: Harus Ada yang Bertanggungjawab!

Tragedi Kanjuruhan, LPSK: Harus Ada yang Bertanggungjawab!

Jakarta, Gatra.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menanggapi tragedi kerusuhan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan 153 orang.

“Ini bukan lagi musibah, tapi tragedi. Harus ada yang bertanggung jawab,” kata Edwin Partogi Pasaribu, Wakil Ketua LPSK di Jakarta, Minggu (2/10).

Edwin menambahkan bahwa korban itu bukan soal statistik, melainkan tubuh bernyawa dan adanya korban berjatuhan harus ada pertanggungjawabannya.

“Korban itu bukan statistik, tapi tubuh bernyawa seperti kita. Setiap peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya korban harus ada pertanggungjawabannya,” lanjutnya.

Diketahui, kerusuhan terjadi setelah pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir tuan rumah kalah 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam.

Kerusuhan ini berawal dari saat ribuan suporter Aremania menerobos ke area lapangan setelah timnya kalah. Pemain Persebaya langsung pergi meninggalkan lapangan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil barakuda.

Selanjutnya, kerusuhan ini semakin melambung karena adanya sejumlah flare yang dilemparkan beserta benda-benda lainnya. Bentrokan dengan aparat pun terjadi. Kepolisian dan TNI berusaha mengusir para suporter tersebut.

Namun, semakin menjadi. Kobaran api tersebar di sejumlah titik, di antaranya di dua unit mobil polisi K9 yang dibakar. Satu mobil lainnya rusak parah dengan kondisi kaca pecah dan dalam posisi miring di selatan tribun VIP.

membuat pihak kepolisian melontarkan gas air mata, meskipun dalam peraturan FIFA yang berbunyi, “No firearms or ‘crowd control gas’ shall be carried or used (Tidak ada senjata api atau ‘gas pengendali kerumunan’ yang boleh dibawa atau digunakan).”

142