Home Olahraga Usai Tragedi Kanjuruhan, Sekjen PSSI Sebut Hanya Liga 1 yang Dihentikan

Usai Tragedi Kanjuruhan, Sekjen PSSI Sebut Hanya Liga 1 yang Dihentikan

Jakarta, Gatra.com - Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan akan menghentikan Liga 1 selama sepekan usai terjadinya tragedi Kanjuruhan. Namun, Liga 2 dan Liga 3 tetap akan berjalan.

"Kompetisi lainnya tetap dilanjutkan dan sudah memberikan instruksi di Liga 2 ke pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah antisipatif," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Yunus Nusi di Jakarta, Minggu (2/10).

Ia menjelaskan bahwa penghentian Liga 1 selama sepekan ke depan akan terus dipantau perkembangannya. Bila memungkinkan, penghentian bisa diperpanjang dengan melihat situasi dan kondisi seminggu ke depan, serta menunggu hasil investigasi yang dilakukan di Malang.

Baca juga: Menpora dan Kapolri akan Pergi ke Malang Untuk Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Terkait pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-17 yang digelar pada 1-9 Oktober di Stadion Pakansari, Yunus juga mengatakan bahwa pertandingan akan tetap dilakukan sesuai jadwal. Saat ini, Indonesia sedang menjadi tuan rumah dari kualifikasi grup B, dengan anggota negara Uni Emirat Arab, Malaysia, Palestina, Guam, serta Indonesia sendiri.

"Kalau AFC U-17 tetap dilanjutkan. Beberapa peserta telah menanyakan kepada kami dan tetap dilanjutkan dengan rujukan. Tidak ada rivalitas, tidak ada pengurangan supporter bagi tim berbeda," ucapnya.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, ICK: Peristiwa Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Sejarah Sepak Bola Indonesia

Yunus menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak keamanan akan dilakukan saat tim Indonesia bermain. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan, terutama suporter dalam mendukung tim tuan rumah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan PSSI untuk menghentikan Liga 1 hingga waktu yang tidak ditetapkan. Ia juga meminta Kapolri untuk mengusut tuntas kasus yang menewaskan ratusan orang ini.

Presiden juga telah meminta Ketua Umum PSSI untuk bersama-sama Menteri Pemuda dan Olahraga melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait pelaksanaan dan pengamanan Liga 1.

65