Home Sumbagteng Swasembada Sulit Terwujud, Pane: Kualitas Beras Sangat Baik

Swasembada Sulit Terwujud, Pane: Kualitas Beras Sangat Baik

Batanghari, Gatra.com - Jangankan memenuhi kebutuhan pasokan beras ke luar daerah, buat kebutuhan daerah ini saja petani belum mampu berbuat banyak. Luas lahan rupanya jadi pemicu utama mewujudkan swasembada beras itu.
"Untuk memenuhi kebutuhan pasokan beras luar daerah, kita memang masih terkendala di luas lahan,"kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Mara Mulya Pane dikonfirmasi Gatra.com beberapa hari lalu.
Pane berujar pihaknya kini terus meningkatkan Indeks Pertanaman 200 (IP-200). Anak buahnya masih mencari lahan-lahan pertanian yang bisa di kelola secara dua kali.
 
"Kita berharap petani bisa mengelola lahan itu dalam satu tahun. Jadi ada dua musim tanam yang bisa kita sampaikan," ucapnya.  Bahkan dia punya cita-cita petani bisa tiga kali tanam padi dalam setahun. Apalagi kualitas beras petani tak jauh berbeda dengan kualitas beras luar daerah.
 
 
"Luasan lahan pertanian kita akui belum bisa memenuhi kebutuhan swasembada beras di masyarakat. Padahal kualitas beras petani kita sangat lebih baik," kata Pane. 
 
Usai panen padi, petani daerah ini menyebut makan beras baru. Tak jarang mereka membagi beras baru itu kepada sanak saudara bahkan tetangga. Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur atas hasil panen melimpah.
 
"Sebetulnya kalau produksi beras ini bisa kita penuhi, masyarakat kita tak akan membeli beras luar daerah. Apalagi kita mempunyai beras mawar yang aromanya cukup enak serta pulen bagus," katanya.
 
 
Pane mengakui ada beberapa lokasi dimana petani tak mau menanam Padi unggul. Hanya saja dia enggan menyebutkan lokasi tersebut. Menurut dia padi unggul memang tak bisa dilaksanakan dua kali setahun karena umurnya adalah enam bulan.
 
"Kebiasaan masyarakat kita di desa-desa ada aturan enam bulan ternak di lepas, enam bulan padi di pagar," katanya.
 
 
Ada beberapa desa telah berupaya mengendalikan hama padi, khususnya ternak. Petani desa ini bahkan mengkandangkan sawah dengan pemanfaatan alokasi 20 persen Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan.
 
"Ini bisa kita buktikan di Desa Kembang Seri Baru dan Desa Rengas IX, Kecamatan Maro Sebo Ulu. Kita bersyukur sekali berdasarkan data, 20 persen DD memang dimanfaatkan untuk peningkatan pangan di Kabupaten Batanghari," ucapnya.
 
Luas tanam padi periode April sampai dengan September 2022 seluas 5.019 hektare dari total sasaran seluas 8.134 hektare. Dari jumlah luas itu, kata Pane, petani sudah memanen padi sawah seluas 3.049 hektare dari yang ditargetkan seluas 7.819 hektare. 
 
"Perkiraan produksi ton padi sawah dari luasan yang sudah di panen saat ini sebanyak 15.258 ton dari jumlah target 39.695 ton. Sebagian dari petani sudah mulai panen, bahkan kini sudah mencapai 3.000 hektare," rincinya.
 
Produktifitas pada beberapa lokasi umbinan cukup bervariasi, yakni berkisar Tiga ton hingga Tujuh ton. Pane bilang secara keseluruhan produksi gabah kering petani padi Batanghari berada pada angka Lima ton.
 
"Mudah-mudahan semua padi sudah selesai panen hingga Oktober ini," harapnya.