Home Olahraga Soal Tragedi Kanjuruhan, M Kusnaeni: Banyak Pihak yang Terlibat, Tunggu Hasil Tim Pencari Fakta

Soal Tragedi Kanjuruhan, M Kusnaeni: Banyak Pihak yang Terlibat, Tunggu Hasil Tim Pencari Fakta

Jakarta, Gatra.com - Pengamat sekaligus komentator sepak bola, M Kusnaeni mengungkapkan bahwa publik tidak seharusnya tergesa-gesa membuat penilaian dan menyalahkan pihak tertentu dalam tragedi Kanjuruhan.

“Sebaiknya kita tunggu hasil investigasi Tim Pencari Fakta yang baru saja dibentuk. Biarkan mereka bekerja untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” kata Kusnaeni saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (3/10).

“Setiap kegiatan tentu ada penanggung jawabnya. Termasuk pertandingan sepak bola, sangat jelas ada panitia pelaksana (Panpel) yang dibentuk oleh masing-masing klub tuan rumah,” lanjut pria yang akrab disapa Bung Kus.

Bung Kus mengungkapkan panpel mengurus kegiatan sepak bola di lapangan mulai dari perizinan, penjualan tiket, dan sebagainya.

“Kita tunggu bagaimana nanti Tim Pencari Fakta mengungkapkan itu. Apakah Panpel sudah melaksanakan rekomendasi atau izin yang diberikan terkait pertandingan? Misalnya, soal jumlah tiket yang dijual, personil keamanan, dan seterusnya,” papar Kusnaeni.

Panpel tentu hanya sebagian kecil dari mata rantai kompetisi ini. Selanjutnya, peran pihak-pihak lain juga perlu ditelusuri yang terkait pertandingan ini. Misalnya perangkat pertandingan, petugas keamanan, operator kompetisi, federasi atau PSSI, dan lain-lain.

“Banyak sekali yang terlibat dan terkait dalam pelaksanaan pertandingan. Masing-masing memiliki tugas dan fungsi. Biarkan mereka melakukan tugasnya dengan leluasa tanpa tekanan,” ujarnya.

Bung Kus berpikir bahwa yang terbaik saat ini adalah menunggu sambil introspeksi lebih dalam. Ia menyarankan terlalu mudah menyalahkan itu ikut andil menciptakan situasi tidak kondusif dalam persepakbolaan Indonesia tidak dianjurkan.

“Insiden Kanjuruhan harus kita jadikan momentum persatuan dan kebangkitan. Bersatu memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam tata kelola kompetisi sepak bola nasional,” tutupnya.

136