Home Sumbagsel Mengatasi Ketergantungan Pupuk Subsidi, Guru Besar UMP Dorong Hal Ini

Mengatasi Ketergantungan Pupuk Subsidi, Guru Besar UMP Dorong Hal Ini

Palembang, Gatra.com - Ketergantungan petani dengan pupuk (kimia) subsidi masih sangat tinggi, alokasi pemerintah sangatlah terbatas. Pupuk subsidi tidak akan mampu memenuhi kebutuhan petani di Indonesia.

Saat ini, tercatat untuk alokasi pupuk subsidi tahun 2022 hanya sekitar 37-42 persen dari total kebutuhan petani di Indonesia. Berdasarkan catatan PT Pupuk Indonesia (Persero), bahwa pada periode Oktober 2021 stok pupuk subsidi di wilayah Sumsel, mencapai ada sebanyak 18.482 ton.

Padahal, pupuk menjadi faktor produksi yang krusial bagi petani tak terkecuali di Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satunya sebagai pasokan nutrisi agar pertumbuhan tanaman bisa optimal, sehingga hasil panennya juga maksimal.

Sementara itu, harga pupuk non subsidi dirasa mahal oleh petani. Ini tentu saja bisa menambah harga produksinya sehingga harus memicu petani untuk mencari alternatif lain sebagai solusinya.

Seperti yang diungkapkan oleh Guru Besar Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Prof. Supli Effendi Rahim, menurutnya, alternatif yang dilakukan oleh petani adalah membuat pupuk organik, untuk kelangsungan ketersediaan pupuk dan ketergantungan terhadap pupuk subsidi.

"Petani bisa membuat sendiri yakni pupuk organik, yakni pupuk kompos dan pupuk cair," kata Prof Supli tulisnya yang diterima Gatra.com, Senin (17/10).

Selanjutnya, kata Gubes UMP ini, melihat kondisi pupuk tersebut, penting bagi petani untuk membuat pupuk organik secara mandiri, serta edukasi bagi petani soal kelemahan pupuk subsidi atau kimia bagi tanaman.

"Petani mesti diberi edukasi tentang kelemahan pupuk subsidi yang notabene pupuk kimia. Petani mesti dilatih cara pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik," paparnya.

Oleh karena itu, tegas prof Supli, pupuk organik sangatlah solutif bagi petani ditengah ketergantungan dan keterbatasan pupuk subsidi. "Sangat mungkin (solusi)," tambahnya.

Selain itu, kata Prof Supli, dirinya berharap, pemerintah ikut mensuport para petani agar mandiri dalam membuat pupuk organik secara baik dan benar.

"Pemerintah mesti memberi pelatihan tentang cara membuat pupuk organik. Pemerintah mesti memberi insentif dalam bentuk hadiah kepada mereka tekun membuat pupuk organik secara mandiri," ujarnya.

Reporter: M Moeslim

92