Home Regional Kunjungi Titik Mitigasi Bencana Banjir Trenggalek, Emil Dardak Minta Semua Elemen Saling Gotong Royong

Kunjungi Titik Mitigasi Bencana Banjir Trenggalek, Emil Dardak Minta Semua Elemen Saling Gotong Royong

Trenggalek, Gatra.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau empat titik mitigasi dari bencana banjir yang terjadi di Trenggalek. Ia berangkat ke daerah asalnya untuk melihat kondisi di lapangan. Emil menuturkan bahwa dalam kondisi seperti ini semua elemen masyarakat harus bahu membahu menghadapi bencana.

"Jadi saya memang diutus oleh Bu Gubernur untuk meninjau ke sini karena saya memang dari Trenggalek. Ini untuk melihat kondisi di lapangan dan persiapan kita. Di saat seperti ini, kita memang harus bahu-membahu," ujar keterangan Emil yang dikutip Kamis (20/10).

Dapur umum yang dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi Jatim di Kecamatan Togalan menjadi tempat yang pertama dikunjungi Wagub Emil. Dapur ini dijalankan oleh para relawan dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang mengatur pemberian makanan kepada keluarga terdampak bencana.

"Jadi Dapur Umum ini bisa membuat 1.500 hingga 3.000 paket makanan per satu kali makan. Dan karena mereka mengirimkan kepada 8.000 KK tiga kali sehari, total mereka bisa menghasilkan 24.000 porsi per harinya," jelasnya.

Selanjutnya, Emil mengunjungi Pos Basarnas Trenggalek yang menampung tujuh pengungsi asal Kelurahan Kelutan. Di sana, ia berinteraksi dengan korban dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Mantan Bupati Trenggalek itu juga menyempatkan diri datang ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk memastikan kelengkapan ruang ICU dan peralatan medis demi pelayanan maksimal.

"Saya bersyukur bahwa rumah sakit ini sudah memiliki gedung baru yang bisa menjadi tempat untuk penyegeraan layanan kesehatan. Pasien juga sudah bisa menempati ICU dan ruang-ruang di gedung lama," ucapnya.

Sejauh ini, belum ada korban dengan situasi serius yang teridentifikasi. Hanya saja, ada mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Tawing, Dusun Blengok, Desa Wonocoyo, Pogalan pada Rabu pagi. Menurut hasil pemeriksaan, jenazah tersebut sudah meninggal sejak tiga hari lalu sehingga kemungkinan besar penyebab wafatnya bukan karena banjir.

Emil juga mendatangi Pendopo Trenggalek untuk melihat banyaknya sembako dan bantuan yang didapat dari para relawan, donatur, dan bahkan masyarakat dari kabupaten/kota lain. Melihat hal tersebut, Emil mengungkapkan apresiasinya yang tinggi pada mereka.

"Alhamdulillah, terima kasih untuk para relawan, donatur, komunitas masyarakat, dan semua yang telah membantu Trenggalek di tengah krisis ini. Pemprov sendiri sudah memproses Belanja Tak Terduga atau BTT dan alat-alat berat yang sekiranya dibutuhkan. Semoga ini cepat berlalu," tuturnya.

Di akhir, Emil mengingatkan agar seluruh Jatim bersiaga menghadapi potensi bencana. Terlebih, BMKG memprediksi akan ada hujan lebat selama tiga hari ke depan. "Semua daerah di Jatim memang harus siaga, bahkan kawasan utara sekalipun karena memang sekarang ini kita sangat rawan banjir. Insya Allah, mudah-mudahan kita cepat bisa pulih dari banjir ini," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang turut mendampingi Emil mengatakan, dirinya bukan hanya fokus pada penyelesaian dampak namun juga pencegahan.

"Jadi kami tidak memikirkan bagaimana memulihkan keadaan, tapi juga pencegahan jangka panjang. Kami juga siaga karena setelah banjir ini selesai, mereka pasti kedinginan dan terpaksa tinggal di lingkungan kurang steril sehingga kita harus bersiap dengan penyakit seperti diare dan lainnya," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Ipin itu.

Sebelumnya, hujan deras mengakibatkan banjir dan luapan yang berdampak pada 25 desa di lima kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Lima kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Trenggalek, Pogalan, Karangan, Gandusari, dan Durenan. Saat ini, genangan air sudah mengalami penurunan dengan ketinggian kini mencapai 5-60 cm. Sedangkan, hujan ringan masih mengguyur Trenggalek.

25