Home Ekonomi Luhut Buka-bukaan Soal Tantangan Konversi Kendaraan Listrik di RI

Luhut Buka-bukaan Soal Tantangan Konversi Kendaraan Listrik di RI

Jakarta, Gatra.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap berbagai tantangan dalam konversi kendaraan berbasis energi fosil ke kendaraan listrik.

Menurut Luhut, salah satu tantangan terbesar adalah industri manufaktur kendaraan listrik relatif baru di Indonesia. Selain itu, harga kendaraan listrik di dalam negeri cenderung lebih tinggi, dibandingkan kendaraan konvensional berbahan fosil.

"Infrastruktur pendukung seperti pengisian energi dan fasilitas dan insentif keuangan yang masih belum masif," ujar Luhut dalam Special Event Road to G20 by HIMPUNI secara virtual, Selasa (25/10).

Kendati, Luhut yakin berbagai tantangan dalam upaya elektrifikasi kendaraan bisa diatasi melalui pengembangan teknologi.

"Sekali lagi saya percaya, dengan perkembangan teknologi yang semakin bagus, dan dari waktu ke waktu kita bisa perbaiki dan kita harus bekerja sama dengan universitas juga berbagai institusi lain untuk mencari teknologi yang semakin baik," jelas Luhut.

Adapun Luhut menganggap seluruh tantangan yang ada juga dapat diselesaikan dengan meningkatkan jumlah kendaraan listrik secara signifikan. "Jika populasi kendaraan yang signifikan dan terus tumbuh maka ketiga tantangan akan dipecahkan oleh yang namnya mekanisme pasar," ucapnya.

Selain itu, langkah lain yang diambil pemerintah, kata Luhut yaitu melalui implementasi Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tanggal 08 Agustus 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Perpres itu, menurut Luhut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat implementasi kendaraan listrik di masyarakat. "Dan kita terus mendorong implementasi Perpres itu untuk memberikan bagian insentif pada industri dan pengguna kendaraan listrik," katanya.

160