Home Hukum JPU Beber Tangkapan Layar CCTV yang Tampilkan Brigadir J Masih Hidup di Sore Hari Kematiannya

JPU Beber Tangkapan Layar CCTV yang Tampilkan Brigadir J Masih Hidup di Sore Hari Kematiannya

Jakarta, Gatra.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menampilkan sederet tangkapan layar dari rekaman CCTV pada hari kematian Brigadir J, dalam persidangan Kamis (27/10). Dalam salah satu tangkapan layar tersebut, ada sosok Brigadir J yang masih hidup dan berjalan di area taman kediaman Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, dengan menggunakan baju putih.

Tangkapan layar tersebut diperlihatkan saat jaksa hendak menunjukkan barang bukti kepada dua Anggota Satpam Komplek Polri Duren Tiga, yakni Abdul Zapar dan Marjuki, yang saat itu tengah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan terhadap dua terdakwa perintangan penyidikan (obstruction of justice) Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria.

Berdasarkan pantauan, dari tangkapan layar tersebut, tertulis angka "08-07-2022" yang mengindikasikan tanggal kejadian tersebut terekam. Sementara itu, di samping kanannya, ada keterangan bertuliskan "17:12:03" yang mengindikasikan waktu kejadian tersebut terekam.

Sementara itu, Yosua tampak tengah memakai kaus putih tampak terekam setengah badan dengan posisi membelakangi kamera CCTV. Sosok Yosua tersebut ditandai dengan lingkaran berwarna merah.

Untuk diketahui, sebelumnya, salah satu anggota satpam, yakni Marjuki, mengaku bahwa ia mendengar suara menyerupai petasan pada sekitar pukul 17:00 WIB, ketika ia tengah berjaga pada hari Jumat (8/7), yang merupakan hari pembunuhan itu terjadi. Marjuki pun bersaksi, tak lama setelah suara "petasan" itu, ada sejumlah mobil provos dan mobil pribadi yang masuk ke area komplek dan menuju kediaman Ferdy Sambo.

"Saya mendengar suara petasan jam 5 (sore). Setengah 6 (sore), banyam mobil masuk. Mobilnya ada tulisan 'Provos'," ujar Marjuki dalam kesaksiannya, Kamis (27/10).

Marjuki juga bersaksi bahwa kamera CCTV di komplek tersebut diletakkan di sembilan titik. Salah satu di antaranya adalah sebuah kamera CCTV yang diletakkan di gapura komplek. CCTV di gapura itulah yang disebutnya menghadap langsung ke arah rumah Ferdy Sambo yang bernomor 46 di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Di sisi lain, dalam sesi sebelumnya, seorang saksi dari anggota tim khusus Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Aditya Cahya mengaku, ia sempat menyaksikan bahwa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat masih hidup pada Jumat (8/7) sore, pada saat terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J Ferdy Sambo tiba di rumah dinasnya di Komplek Polri Duren Tiga.

Ia menyebut, fakta tersebut diketahuinya dari sebuah rekaman dalam hard disk eksternal yang diserahkan oleh Terdakwa Kompol Baiquni Wibowo dalam penyitaan.

Rekaman tersebut berisi video berdurasi dua jam, yang memuat potongan-potongan adegan sepanjang pukul 16:00 WIB - 18:00 WIB pada tanggal terbunuhnya Brigadir J.

Aditya mengatakan, beberapa potongan adegan tersebut meliputi kedatangan dan kepergian Ferdy Sambo dari rumah dinasnya, kedatangan Putri Candrawathi, serta keberadaan Brigadir Yosua yang disebutnya masih berjalan di area taman.

"Gambar dari mulai Ibu PC tiba, gambar dari Pak FS tiba, Ibu PC kembali, dan Brigadir Yosua masih ada jalan di taman," jelas Aditya, dalam kesaksiannya, Kamis (27/10).

Kendati demikian, dalam kesaksiannya itu, Aditya tidak dapat menjelaskan sumber dari video berdurasi dua jam yang terdapat dalam hard disk Baiquni saat itu. Ia hanya menekankan, Baiquni menyebut bahwa rekaman tersebut diperolehnya dari CCTV yang berada di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

207