Home Politik Tetap Solid Diterjang Isu “Kardus Durian”, Cak Imin-Prabowo akan Bertemu Besok

Tetap Solid Diterjang Isu “Kardus Durian”, Cak Imin-Prabowo akan Bertemu Besok

Jakarta, Gatra.com – Wakil Sekretaris Jenderal PKB Syaiful Huda menyatakan bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto esok hari, Minggu (30/10). Syaiful menegaskan bahwa pertemuan tersebut dilangsungkan dalam rangka mematangkan rencana kerja sama koalisi antara PKB dengan Gerindra jelang Pemilu 2024 mendatang.

“Kita tunggu kabar, besok pagi jam 08.00 WIB, pertemuan Gus Muhaimin dengan Pak Prabowo untuk mematangkan agenda-agenda follow up dari piagam kerja sama Gerindra dan PKB,” kata Syaiful Huda dalam acara diskusi virtual “Polemik: Menebak Arah Koalisi Capres”, Sabtu (29/10). Ia pun menyebut, pertemuan itu akan dilaksanakan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Syaiful mengatakan, salah satu agenda yang akan dibahas dalam agenda pertemuan besok adalah perumusan program-program kerja kerakyatan antara Cak Imin dan Prabowo. Setelahnya, pada pekan depan, Cak Imin dan Prabowo akan meresmikan sekretariat bersama (sekber) PKB-Gerindra. Menurut Syariful, pertemuan besok akan menjadi kick-off dari kedua partai menjelang Pemilu 2024 mendatang.

“Semua agenda perjuangan akan kita turunkan dari level pusat ke level daerah-daerah, terutama konsolidasi dan pendalaman kerja di level unit terkecil dari pemerintahan ini, (yakni) RT/RW di seluruh Indonesia,” jelasnya dalam kesempatan tersebut.

Syaiful pun menyebut, hubungan yang terjalin antara kedua partai politik tersebut kini semakin solid. Bahkan, soliditas itu tak mampu tergoyahkan dengan adanya isu “kardus durian” yang diembuskan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, dan diduga turut menyeret nama Cak Imin.

“Kita tetap solid, memastikan semua instrumen partai bekerja maksimal dan terlebih-lebih, karena sejak awal. Koalisi dibangun kan semangatnya, kita ingin minimal tiga poros dalam Pilpres 2024, karena dengan tiga poros ini, polarisasi (politik) dapat kita cegah,” jelas Syaiful.

Syaiful mengaku, pihaknya hanya memaknai munculnya embusan isu tersebut sebagai bagian dari dinamika politik menjelang kontestasi Pemilu 2024. Dengan kata lain, menurutnya, hal itu merupakan hal yang biasa dalam rangkaian menjelang pemilu.

Untuk diketahui, kasus “kardus durian” merujuk pada sebuah kasus gratifikasi yang menjerat dua anak buah Cak Imin di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dugaan kasus korupsi atas proyek Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) Transmigrasi.

Dari kasus tersebut menyeret dua nama yakni I Nyoman Suisnaya selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KT) dan
Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemenakertrans Dadong Irbarelawan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian melakukan penangkapan terhadap kuasa direksi PT Alam Jaya Papua Dharnawati dengan barang bukti berupa uang Rp1,5 miliar yang dibungkus dengan kardus durian.

Uang itu merupakan tanda terima kasih karena PT Alam Jaya Papua telah diloloskan sebagai kontraktor DPPID di Kabupaten Keerom, Teluk Wondama, Manokwari, dan Mimika, dengan nilai proyek Rp73 miliar.

62