Home Kesehatan Kasus Omicron XBB Melonjak, Vaksin Malah Terbatas

Kasus Omicron XBB Melonjak, Vaksin Malah Terbatas

Jakarta, Gatra.com- Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi memaparkan upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menekan jumlah kasus COVID-19 varian Omicron XBB.

“Memang kita diakhir Oktober terbatas vaksinnya, walaupun secara jumlah, kita sebenarnya punya hampir total ada 3 juta vaksin,” ungkap Nadia usai Press Conference: Indonesia Memanggil Dokter Spesialis WNI Lulusan Luar Negeri dalam Program Adaptasi di Ruang Kaca Leimena Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (18/11).

Nadia memaparkan Kemenkes menambah stok vaksin dari COVAX Facility sebanyak 5 juta dosis dan separuhnya telah didistribusikan.

“Kemudian, kita juga menerima hibah dari Zifivax. Berapa banyak? 200 ribu. 200 ribu itu juga menambah vaksin. Terus Provinsi-Provinsi yang laju penyuntikan vaksinnya rendah itu kita realokasi ke provinsi-provinsi yang stok vaksinnya terbatas,” jelasnya.

Nadia memaparkan 44 puskesmas tingkat kecamatan di DKI Jakarta sudah dapat memberikan vaksinasi. “Sekarang kalau kita sebarkan sampai titik-titik terkecil untuk vaksinasi, kita konsentrasikan. Terutama daerah-daerah yang memang penyuntikannya besar supaya lebih efektif distribusinya,” lanjutnya.

Nadia menyampaikan jika Kemenkes memiliki vaksin Indovax, vaksin yang diproduksi di Indonesia, sebanyak 5 juta, ia berharap hingga bulan Desember stok vaksinnya cukup. “Nanti di Januari dari COVAX kalau memang dibutuhkan masih ada,” tuturnya.

64