Home Ekonomi Produk Lokal Bakal Pasok Makanan untuk Jemaah Haji, Erick Thohir Beri Dukungan Transportasi Kargo

Produk Lokal Bakal Pasok Makanan untuk Jemaah Haji, Erick Thohir Beri Dukungan Transportasi Kargo

Solo, Gatra.com – Produk MakanKu yang merupakan milik Wong Solo Group memasok makanan untuk jemaah haji di musim haji tahun depan. Dengan terobosan ini mereka mendapat dukungan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Selama ini, jemaah haji di Indonesia menggunakan produk makanan dari Thailand, Vietnam, China, India, Mesir, dan negara lainnya. Akibatnya kualitas makanan dan rasa tidak sesuai dengan lidah jemaah haji dari Indonesia.

”Jadi kalau dulu hajinya saja yang sukses, sekarang makanannya juga harus sukses. Kami hadir untuk menyukseskan ibadah jemaah haji,” kata pemilik usaha Wong Solo Group, Puspo Wardoyo, Senin (21/11).

Menurutnya, selama ini kebutuhan makan jemaah haji Indonesia belum dipenuhi secara maksimal. Kebutuhan makan untuk membuat kenyang memang sudah terpenuhi, namun citarasanya belum bisa dinikmati.

”Makanya kami menghadirkan makanan yang bisa dinikmati, tahan lama, dan selalu fresh. Selain itu, bahannya dari petani Indonesia juga menarik devisa dari sektor makanan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Puspo usai bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Pertemuan tertutup ini juga didampingi oleh Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Anwar Iskandar.

Terkait pertemuannya dengan Erick, Puspo mengaku mendapat dukungan untuk transportasi dengan penerbangan Garuda Indonesia Airlines. Kerjasama ini diharapkan bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama B to B lebih lanjut.

Direktur MakanKu, Sugiri, mengatakan dukungan Erick didapatkan karena ada devisa yang kembali ke Indonesia. Selain itu, MakanKu memenuhi selera jemaah haji Indonesia.

”Tadi Pak Menteri memberikan respons yang positif terhadap produk MakanKu dan berharap bisa mengglobal. Beliau akan support dengan mengoptimalkan kargo Garuda yang saat ini belum dioptimalkan,” ucapnya.

Menurut pihak Wong Solo Group, dari data pemerintah, Indonesia mengirimkan jemaah haji terbanyak, yakni 10 persen dari total sekitar 2,2 juta jemaah haji dunia. Dari anggaran Rp2 triliiun, hanya sekitar Rp7 miliar yang kembali ke Indonesia.

”Ini sangat ironi, bagaimana mengirim jemaah haji terbesar tetapi justru devisa yang kembali ke Indonesia sangat minim,” katanya.

40