Home Ekonomi Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp15.686 per Dolar AS, Pengamat Minta Pemerintah Tetap Waspada

Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp15.686 per Dolar AS, Pengamat Minta Pemerintah Tetap Waspada

Jakarta, Gatra.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore ini ditutup menguat 10 poin di level Rp15.686 per Dolar AS. Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyebut penguatan Rupiah didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS pada perdagangan Rabu ini (23/11), terutama jelang pertemuan kebijakan Feder Reserve (The Fed)soal prospek inflasi dan suku bunga.

"Meningkatnya kasus Covid-19 di Cina dan pengenalan pembatasan baru membebani sentimen," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (23/11).

Peningkatan infeksi Covid-19 di Cina membuat pertubuhan ekonomi negeri tirai bambu itu kian melemah. Di sisi lain, kabar resesi di tahun 2023 yang ditakutkan oleh hampir semua negara di dunia, menurut Ibrahim kemungkinan menjadi kenyataan.

"Hal ini setelah Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global diproyeksikan turun dari 3,1 persen tahun ini menjadi 2,2 persen pada 2023," terangnya.

Proyeksi OECD juga menyebut pasar negara berkembang utama di Asia mencapai tiga perempat dari pertumbuhan PDB global pada tahun depan. Sementara ekonomi di AS dan Eropa diperkirakan melambat.

Ibrahim mengatakan bahwa perekonomian AS diprediksi hanya akan tumbuh sebesar 0,5% pada tahun 2023, dibandingkan dengan 1,8% pada tahun 2022. Adapun pasar energi tetap berada di antara risiko penurunan yang signifikan.

"Penyebab utama adalah harga gas yang lebih tinggi atau gangguan pasokan gas langsung akan menyebabkan pertumbuhan yang jauh lebih lemah dan inflasi lebih tinggi di Eropa dan dunia pada tahun 2023 dan 2024," katanya.

Kendati, Ibrahim mengingatkan agar pemerintah harus tetap waspada dan mencari jalan keluar terbaik untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Apalagi, kata dia, permintaan komoditas di negara Eropa di tahun 2023 kemungkinan akan berkurang sehingga butuh strategi baru untuk menahan inflasi yang kemungkinan masih tinggi.

Adapun pada perdagangan esok, Ibrahim memprediksi mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.670 - Rp15.740 per Dolar AS.

45