Home Hukum Dirut Synegra Tata Internasional Diperiksa soal Korupsi Rajungan

Dirut Synegra Tata Internasional Diperiksa soal Korupsi Rajungan

Jakarta, Gatra.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Synegra Tata Internasional, AS, dalam kasus dugaan korupsi Skema Kredit Ekspor Berbasis Perdagangan (SKEBP) rajungan pada PT Surveyor Indonesia.

“AS saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan SKEBP rajungan pada PT Surveyor Indonesia,” kata Ketut Sumedana, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Kamis (24/11).

Sedangkan untuk kasus ?dugaan korupsi Skema Kredit Ekspor Berbasis Perdagangan (SKEBP) daging pada PT Surveyor Indonesia, penyidik juga memeriksa satu orang saksi.

“Saksi yang diperiksa yaitu PP selaku Komisaris Independen Indonesia, terkait penyidikan perkara dugaan korupsi kegiatan SKEBP daging sapi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyidik memeriksa dua orang saksi tersebut untuk membuat perkara kedua kasus dugaan korupsi pada PT Surveyor Indonesia tersebut.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan,” katanya.

Ia menjelaskan, penyidik mulai memeriksa saksi-saksi setelah menaikkan kasus dugaan korupsi SKEPB Rajungan dan Daging Sapi pada PT Surveyor Indonesia ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Peningkatan status ke tahap penyidikan ini berdasarkan hasil gelar perkara atau ekspose yang dilakukan Tim Penyelidik Pidsus Kejagung pada Jumat 21 Oktober 2022.

“Hasilnya yaitu telah ditemukan bukti permulaan yang cukup tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi SKEPB Rajungan dan Daging Sapi pada PT Surveyor Indonesia,” katanya.

Berdasarkan hasil ekspose tersebut, lanjut Ketut, perkara tersebut dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. Tim Penyidik melakukan penggeledahan di beberapa tempat yang diduga terkait dengan tindak pidana dimaksud.

“Guna kepentingan penyidikan, pada 27 Oktober 2022 dan 28 Oktober 2022, Tim Penyidik telah melakukan kegiatan penggeledahan,” ujarnya.

Adapun sejumlah lokasi yang digeledah, yakni Kantor PT Surveyor Indonesia, Kantor PT Asuransi Jasaraharja Putera, dan kediaman mantan Direktur Operasional (Dirop) Surveyor Indonesia, Bambang Isworo.

“Hasil penggeledahan telah ditemukan dokumen-dokumen penting yang saat ini masih dipelajari oleh Tim Penyidik,” katanya.

42