Home Olahraga Malas Nonton Tour de Siak

Malas Nonton Tour de Siak

Siak, Gatra.com - Kalau tak ada halangan, iven balap sepeda Tour de Siak 2022, bakal dibuka di Kota Siak Sri Indrapura besok malam. Ada 93 peserta yang akan balapan. Mereka tergabung dalam 13 tim dari 5 negara.

Biar pembukaan iven tahunan itu semakin meriah, Pemkab Siak mendatangkan Group Band Repvblik dan Orkes Melayu Lebah Bergantung.

Lalu, biar gowes di jalanan berasa lancar, sejak dua hari lalu panitia super sibuk menyiapkan semua keperluan demi acara itu. Termasuk memperbaiki jalan yang menjadi lintasan pebalap.

Pantauan Gatra.com, dari Kota Siak menuju Kecamatan Dayun, nampak puluhan petugas menambal badan jalan yang berlubang. Nanti, rute ini dipakai sebagai etape kedua; Siak-Pekanbaru sepanjang 185 km. 

Menelusuri etape ini, dari Kota Siak Sri Indrapura, rombongan pebalap akan menuju simpang Km 11 Koto Gasib, belok kiri ke Lubuk Dalam, Kerinci Kanan dan terus ke Simpang Perak (Kabupaten Pelalawan). 

Dari sana, rombongan menyusuri jalan lintas timur yang sering padat itu menuju Kota Pekanbaru melewati Jalan Harapan Raya dan finish di depan Kantor Gubernur Riau di kawasan jalan Sudirman Pekanbaru.

Di sinilah kemudian persoalan mucul. Soalnya akses jalan provinsi dari Perawang ke Simpang Bakal menuju Simpang Buatan KM 11 Koto Gasib, kondisinya sedang rusak parah.

Walau saat ini alat berat dan sejumlah petugas terus bekerja menambal badan jalan yang berlubang, tetap saja belum sepenuhnya rampung. 

Bagi warga yang rutin melintas di jalan provinsi yang menghubungkan Kota Pekanbaru-Kabupaten Siak- Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Bengkalis itu, jalan rusak tadi sudah jadi 'hiburan' harian. 

Sebab saban tahun kondisinya seperti itu. Kalaupun bulan ini misalnya ditambal, tak butuh waktu lama sudah rusak dan berlubang lagi. 

"Kalau lewat jalan itu musti ekstra hati-hati lah. Apalagi kalau malam, bisa terpelanting kita kalau tak hati-hati," kata Uun Rahmad kepada Gatra.com jelang sore tadi. Kebetulan warga Perawang ini rutin bolak-balik Perawang-Siak 

Gara-gara jalan rusak ini pulalah warga Kandis, Minas dan Perawang mengaku malas datang ke malam pembukaan Tour de Siak yang dipusatkan di depan Istana Siak itu. Mereka lebih memilih datang ke Pekanbaru untuk menengok balapan sepeda itu. 

"Kami ke Pekanbaru saja menengok Tour de Siak itu. Bisa sambil jalan-jalan akhir pekan," kata Aldo warga Perawang lainnya.

"Ngapain lagi ke Siak, kan balap sepeda sudah bisa di lihat di Pekanbaru. Saya rencana ngajak istri dan anak-anak ke Pekanbaru, sekalian main ke mall," Andi, warga Minas ini menimpali. 

Masih rusaknya jalan provinsi tadi benar-benar membikin Tokoh Pemuda Siak, Rolis Muchtar kecewa dengan Gubernur Riau, Syamsuar. 

Semula lelaki ini optimis jalan itu akan mulus kalau Syamsuar kelak jadi Gubernur Riau. Soalnya dua periode Syamsuar jadi Bupati Siak, pernah pula jadi Penjabat (Pj) Bupati Meranti. Tapi sayang, tiga tahun Syamsuar jadi Gubernur Riau, jalan itu tetap saja rusak.

"Dari jaman Rusli Zainal Gubernur Riau sampai sekarang, sama saja. Khusus jalan Simpang Bakal-Simpang Buatan KM 11, boleh dibilang tak pernah mulus, sepanjang tahun rusak. Apa Pak Syam lupa dengan Siak ya?" Rolis nampak menggerutu saat berbincang dengan Gatra.com di Siak.

Bagi Kepala UPT I Dinas PU Riau Ardi Irfandi, jalan yang dikeluhkan warga tadi saban tahun selalu rusak lantaran jalan itu dilewati oleh truk yang melebihi kapasitas (over tonase).

Biar jalan itu tidak rusak lagi kata Ardi mau tak mau harus dirigid beton. "Tapi biaya rigid beton itu kan besar, 1 km saja bisa Rp10 miliar. Meski mahal, solusinya memang begitu lantaran jalan aspal sudah tak sanggup lagi menahan beban truk over tonase yang saban hari melewati jalan itu," kata Ardi.

"Di UPT saya, dalam setahun biaya pemeliharaan cuma Rp30 miliar. Itulah yang dipakai untuk biaya perawatan jalan Pekanbaru, Siak dan Pelalawan," terang mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Siak ini.


 

5071

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR