Home Hukum Diduga Terlibat Jaringan Terorisme, Buruh Pembuatan Genteng Diamankan Densus 88

Diduga Terlibat Jaringan Terorisme, Buruh Pembuatan Genteng Diamankan Densus 88

Kebumen, Gatra.com - Seorang pria bernama Moch Badrun alias Haryadi (42) asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, diamankan oleh Densus 88 Antii Teror kemarin (01/12). Buruh pembuatan genteng itu diduga terlibat jaringan terorisme.

Usai diamankan oleh Densus 88, rumah milik Badrun di Desa Murtirejo, Kecamatan/Kabupaten Kebumen nampak sepi. Badrun yang dikenal baik oleh tetangga tersebut diamankan saat hendak pulang usai menunaikan Salat Zuhur berjamaah.

Selain mengamankan Badrun, Densus Anti Teror juga menggeledah kediaman Badrun. Petugas membawa sejumlah barang antara lain, hard disc eksternal, sejumlah majalah serta modul.

"Jadi kami lagi ada acara di desa terkait pengecekan bangunan di jalan. Terus ada pemberitahuan penangkapan terduga teroris. Kami meluncur ke TKP sudah tidak ada orang, yang ditangkap maupun yang menangkap sudah tidak ada. Warga bingung karena pihak keluarga menyangkanya perampokan atau penculikan. Penangkapan resmi oleh Densus 88 dari Semarang," kata Kepala Desa Murtirejo, Nur Chamid kepada wartawan, Jumat (02/12/2022).

Menurut dia, terduga teroris tersebut diamankan di Mapolres Kebumen sampai beberapa jam. Kemudian petugas melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris Badrun.

"Beberapa barang yang mencurigakan dibawa Densus 88. Penangkapan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Lokasi penangkapan di pertigaan RT 1 RW 5, sebelah timur gardu Siskamling. Setelah (Badrun) melaksanaan jamaah Salat Zuhur," terang Chamid.

Diperoleh keterangan, Badrun memang aktif setiap hari melaksanakan salat lima waktu berjamaah. Badrun disebut sering membantu masyarakat sekitar karena ia memiliki mesin pres hidrolik. "Kami juga tidak menduga dan tidak tahu alasan (Badrun) ditangkap terkait apa. Dia juga sering kali berguru, orangnya tidak tertutup. Selama ini aktif di lingkungan. Warga tidak menduga kerena selama ini yang bersangkutan baik meski sedikit berbeda dengan warga, tapi dia menghormati kebiasaan warga," kata Chamid.

Badrun merupakan warga asli Desa Murtirejo, namun sempat merantau sebelum kembali ke kampung halaman 20 tahun silam. Hingga Jumat sore, pihak kepolisian belum memberikan setatemen mengenai penangkapan terduga terorisme itu.

689