Home Regional PNBP dari Kantor Imigrasi Pemalang Capai Rp11 Miliar

PNBP dari Kantor Imigrasi Pemalang Capai Rp11 Miliar

Pemalang, Gatra.com – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) mencatat Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp11 miliar. Penerimaan ini berasal dari sejumlah layanan keimigrasian yang sempat dibatasi karena pandemi Covid-19.

“PNBP tersebut didapat melalui pelayanan keimigrasian seperti paspor dan izin tinggal,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang Arvin Gumilang, Sabtu (3/12).

Menurut Arvin, jumlah PNBP tersebut merupakan angka yang cukup tinggi. Sebab sempat ada pembatasan bahkan penghentian pelayanan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) di masa pandemi.

Baca Juga: Imigrasi Pemalang Pastikan Pengawasan 570 WNA

Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang sendiri mulai menggeliat lagi setelah pandemi berangsur membaik pada tahun ini. Salah satunya adalah pelayanan pembuatan paspor.

Menurut Arvin, pelayanan pembuatan paspor mulai dibuka lagi, terutama setelah pemberangkatan ibadah haji dan umroh sudah diperbolehkan pemerintah. Setelah dibuka lagi, tercatat ada peningkatan jumlah pemohon.

"Saat awal mulai dibuka, per hari kami batasi sekitar 30 pemohon saja dari normalnya sampai 150 pemohon saat sebelum pandemi. Kalau saat ini, kondisinya mulai berangsur naik. Dari kuota 100 pemohon, yang datang ke kantor 80-90 pemohon per hari," ungkapnya.

Baca Juga: Ditjen Imigrasi: Paspor 10 Tahun Mulai Diterbitkan Hari Ini

Selain di kantor utama di Pemalang, layanan pembuatan paspor juga dibuka di Unit Kerja Keimgrasian yang ada di Kabupaten Brebes dan Pekalongan. Dalam sehari rata-rata pemohon mencapai 30 pemohon. Tercatat ada tren peningkatan jumlah pemohon mengacu pada fakta bahwa kuota yang disediakan selalu penuh.

Sementara itu, mengutip keterangan Direktorat Jenderal Imigrasi, PNBP yang didapat secara nasional pada tahun ini mencapai Rp4 triliun. Pemasukan tertinggi berasal dari layanan visa, yang menyentuh hampir Rp1,8 triliun.

Data dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terdapat potensi loss PNBP sekitar Rp3 triliun per tahun dengan diterapkannya kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang ditujukan bagi 169 negara saat sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga: Layanan Imigrasi Tersedia di Wisata Pelayanan Publik Kota Tegal, Bisa Buat Paspor

Akan tetapi, dengan diterapkannya penangguhan pemberian BVK dan penerapan Visa on Arrival bagi negara-negara tersebut sejak masa pandemi, PNBP dari Direktorat Jenderal Imigrasi menembus angka Rp4 triliun hingga1 Desember 2022.

Angka tersebut hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan realisasi target PNBP tahun lalu. Realisasi target PNBP tahun ini bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan penerimaan negara dari Imigrasi sebelum pandemi. Pada 2017, realisasi PNBP Ditjen Imigrasi adalah Rp1,8 triliun, sedangkan pada 2018 mencapai Rp2,1 triliun. Tepat sebelum pandemi dimulai, Imigrasi mencetak angka penerimaan sebesar Rp 2,5 triliun hingga akhir 2019.

265