Home Teknologi Optimalkan Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa ITS Inovasikan FORE

Optimalkan Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa ITS Inovasikan FORE

Surabaya, Gatra.com -- Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, berinovasi untuk menciptakan aplikasi yang bertujuan mengoptimalkan pengolahan rumah tangga di Indonesia. Mahasiswa yang tergabung dalam tim Pholeos tersebut memberi nama app gagasan mereka sebagai FORE: Foodwaste Recycle.

Salah satu anggota tim Pholeos, Nailah Fiorenza Fitriyah, menyatakan bahwa inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat dalam penanggulangan sampah rumah tangga.

“Kurangnya kerja sama antara ketiga pihak tersebut menyebabkan proses pengolahan sampah menjadi kurang optimal,” ungkapnya Senin (05/12/2022).

Fio, sapaan akrab Naila Fiorenza, menilai masih banyak sampah rumah tangga yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal itu menurutnya pasti akan banyak mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga diperlukan tindak lanjut untuk dapat mengurangi dampaknya

Tak hanya itu, lanjutnya, dewasa ini pengolahan sampah hanya terbatas sampai tahap reduce dan reuse. “Padahal tahap recycle juga sama pentingnya, jadi kami mencoba menginovasikan sebuah sistem agar lebih efektif dan efisien,” jelas Fio.

Hal selaras juga diungkapkan oleh personel tim Pholeos lainnya, Mochammad Zharif Asyam, yang mengungkapkan bahwa inovasi ini tidak mengubah sistem yang sudah ada. Inovasi yang dirancang oleh tim Pholeos lebih bertujuan untuk mengoptimalkan prinsip kerja dari sistem yang telah ada.

Zharif juga memaparkan prinsip kerja dari inovasinya. Berawal dari sampah rumah tangga pengguna yang diangkut oleh kurir, sampah rumah tangga tersebut akan dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) terdekat. Selanjutnya diangkut lagi menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pada sistem yang telah ada, sampah hanya akan dibiarkan di TPA. Namun, pada inovasi yang dibuat tim mahasiswa ITS ini, sampah yang ada di TPA akan diolah lagi oleh pemerintah atau pihak swasta. Zharif menjelaskan bahwa dari pengolahan tersebut akan diperoleh produk berupa pupuk kompos dan pakan ternak.

Berkonsep circular economy, produk yang telah dihasilkan tersebut akan dijual di e-commerce atau disalurkan ke industri yang terkait. Keuntungan yang dihasilkan oleh penjualan tersebut akan dikembalikan ke penggunanya. “Pengguna akan mendapat timbal balik berupa poin yang dapat ditukarkan menjadi uang,” tambah Zharif.

Inovasi berjudul Sistem Manajemen Limbah Sisa Makanan Rumah Tangga Kota Cerdas tersebut telah berhasil membawa tim Pholeos ITS menyabet medali perunggu pada gelaran Gemastik XV di Universitas Brawijaya, Malang, belum lama ini. “Kami berharap sistem ini tidak hanya menjadi inovasi, namun juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Selain Fio yang berasal dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota dan Zharif dari Departemen Teknik Informatika, tim Pholeos juga diisi oleh Fathan Dhika Muttaqin dan merupakan satu departemen dengan Fio. Tim Pholeos dibimbing oleh Puti Gde Ariastita yang merupakan dosen di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota.

75