Home Pendidikan Ekosistem Pendidikan Harus Akomodir Kebutuhan dan Kesiapan Belajar Siswa

Ekosistem Pendidikan Harus Akomodir Kebutuhan dan Kesiapan Belajar Siswa

Jakarta, Gatra.com- Pembangunan kualitas pendidikan di Indonesia harus dimulai dalam sebuah gerakan bersama. Dalam hal ini, guru sebagai aktor sentral pendidikan harus mau memberdayakan diri mereka secara serempak. Sehingga, pendekatan guru untuk berkomunitas dan saling mengembangkan diri pun menjadi paradigma yang harus didorong.

Direktur Utama Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja mengatakan, peningkatan kualitas pembelajaran tak bisa tercapai jika ekosistem pembelajaran itu sendiri tidak tercipta. Dalam ekosistem yang dimaksudnya guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta orang tua harus saling bisa mengisi peran dalam memastikan kesiapan siswa untuk belajar.

“Guru pun dalam komunitasnya akan berbagi inisatif maupun inovasi bagaimana menumbuhkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kesiapan siswa,” ujar Dinna dalam taklimat media di Kantor Tanoto Foundation, Senin (5/12).

Ia pun menyebut, manakala sebuah aktivitas dan model pembelajaran berpusat pada siswa, maka siswa menjadi sosok yang harus dipahami kebutuhannya dan tidak dimarjinalkan.

Ekosistem pendukung antara guru, orangtua, dan kepala sekolah lah yang nantinya akan memastikan cara terbaik dalam memahami kebutuhan anak. tak berhenti disitu, ekosistem yang terbangun tersebut pun harus didukung oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Dalam rangka penyediaan sarana dan prasarana juga menunjang adanya keberpihakan terhadap kebijakan dan mutu pendidikan,” tuturnya.

Terakhir, dalam penelitian yang dilakukan di 25 kabupaten/kota di 5 provinsi menunjukan bahwa beberapa sekolah menghadirkan inovasi. Sekolah-sekolah tersebut, diakui Dinna, mampu menghadirkan ekosistem yang selaras dengan perkembangan pembelajaran yang berkualitas.

“Juga karena didorong adanya inisiastif program pemerintah seperti platform merdeka belajar dan kurikulum merdeka. Praktik baik ini yang harus dikenali insiatifnya untuk dikolaborasikan dnegan prinsip pemerataan pendidikan berkualitas,” imbuhnya.

38