Home Ekonomi Industri Kopi Terancam Akibat Krisis Iklim La Nina dan El Nino

Industri Kopi Terancam Akibat Krisis Iklim La Nina dan El Nino

Jakarta, Gatra.com - Indonesia termasuk negara penghasil dan eksportir kopi terbesar ketiga di dunia. Terdapat dua jenis kopi yang lebih banyak dibudidayakan yakni kopi Robusta dan kopi Arabika.

Pada produksi kedua kopi tersebut dapat ditemui dia Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan sebagainya.

Namun semenjak krisis iklim ekstrem akibat dari El Nino dan La Nina, berpengaruh signifikan terhadap penurunan produksi kopi dan pada lahan di semua daerah sentra produksi di Indonesia.

"Kondisi hujan ke panas yang gak menentu ini sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian terkecuali kopi,” kata peneliti riset IPB dr. Elza Sumairni pada diskusi dengan tajuk "Keberlanjutan Industri Kopi di Tengah Ancaman Krisis Iklim" di Grownd, Jakarta Selatan, Selasa (06/12).

Baca Juga: Kopi Luwak Indonesia Mendunia

Elza menyebut Indonesia mencatat produksi 73,51% lebih didominasi kopi Robusta, sisanya sebanyak 26,49% kopi Arabica.

Diketahui El Nino adalah kondisi di mana sebagian wilayah mengalami kekeringan, sedangkan La Nina adalah kondisi yang menyebabkan curah hujan yang hampir tinggi dan merata setiap tahunnya.

"Jadi pada tahun-tahun El Nino dan La Nina produksi kopi tuh turun karena air masalahnya. Kopi itu tanaman yang tidak bisa kekurangan air dan tidak bisa terkena terlalu banyak air, karena beberapa waktu tertentu kopi memerlukan periode yang kering," tambahnya.

Elza menegaskan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan pergeseran sentra produksi atau kesesuaian lahan terhadap kopi.

"Intinya kalau ada perubahan iklim artinya peningkatan suhu kedepan itu akan selalu berpengaruh, karena banyak di daerah penghasil kopi Arabica 80% menjadi tidak sesuai iklimnya. Kopi Robusta berbeda yang tadinya di sekitar 400 mdpl lahannya maka akan bergeser ke daerah yang lebih tinggi karena peningkatan suhu," ujarnya.

394