Home Hukum Sekolah Harus Jadi Tempat Aman Praktekkan Toleransi

Sekolah Harus Jadi Tempat Aman Praktekkan Toleransi

Jakarta, Gatra.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Laoly menegaskan bahwa lembaga pendidikan di Indonesia seharusnya menjadi tempat yang aman bagi seluruh masyarakat dalam mempraktikkan budaya toleransi antar sesama. Yasonna menyebut, proses pendidikan toleransi pun seharusnya terus dilanggengkan dalam pembelajaran di Indonesia.

“Pendidikan toleransi sejatinya dipraktikkan dalam proses pembelajaran dan menjadi budaya dalam dunia pendidikan. Sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya, harus dapat menjadi tempat yang aman dalam menghadirkan serta mendukung nilai dan sikap toleransi,” kata Yasonna Laoly, dalam Webinar “Membangun Budaya yang Menghormati Keberagaman dan Hak Asasi Manusia Melalui Pendidikan Toleransi”, pada Jumat (9/12).

Yasonna pun mengatakan bahwa setiap insan pendidikan seharusnya memiliki prinsip menghargai perbedaan serta mengapresiasi keberagaman. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan di masyarakat Indonesia pun dapat terkuatkan.

“Pendidikan toleransi sangat penting untuk ditanamkan sedari dini, agar tercipta pribadi dan masyarakat yang menghadapi dan menghormati segala perbedaan, mengapresiasi keberagaman, dan tentu saja, diharapkan tidak melakukan diskriminasi tanpa kecuali,” ujar Yasonna, dalam kesempatan tersebut.

Yasonna mengatakan, pendidikan toleransi amatlah dibutuhkan, mengingat lingkungan sekolah punya peran besar untuk menanamkan sikap toleransi antar sesama manusia. Khususnya, dalam konteks toleransi beragama.

“Upaya penanaman toleransi beragama di sekolah bisa dilakukan dalam bentuk pendidikan toleransi beragama,” ujarnya.

Yasonna menyebut, pendidikan toleransi beragama itu dapat dilakukan, dengan tujuan, agar peserta didik memperoleh suatu arahan mengenai cara mempraktikkan toleransi yang benar, serta bagaimana cara menerapkan nilai-nilai toleransi untuk dapat diresapi oleh para peserta didik.

“Pendidikan adalah usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi bawaan, baik jasmani maupun rohani, sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan,” tutur Yasonna Laoly.

49