Home Pendidikan Kawasan Industri dan Ekonomi Khusus Butuh Kehadiran SDM Cakap Digital

Kawasan Industri dan Ekonomi Khusus Butuh Kehadiran SDM Cakap Digital

Jakarta, Gatra.com - Penyiapan Sumberdaya Manusia (SDM) bertalenta digital terus digalakkan pemerintah. Nantinya, talenta digital tersebut akan secara khusus diperuntukan bagi Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Penyiapan talenta digital tersebut akan menjadi pekerjaan rumah bagi pendidikan Vokasi tanah air.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati menerangkan, penyiapan talenta digital yang dilakukan pihaknya salah satunya dilakukan melalui program SMK Digital Bootcamp. Program ini merupakan bentuk pelatihan intensif kepada perwakilan peserta didik dan guru dari SMK pelaksana program Berbasis Industri 4.0 serta SMK pelaksana program Pusat Keunggulan (SMK PK).

“SMK Digital Bootcamp merupakan kesempatan emas untuk para peserta menyerap sebanyak-banyaknya pengalaman dan mempelajari soft skill penting,” ujar Kiki dalam keterangannya, Jumat (9/12).

Kiki pun memandang, kompetensi digital menjadi keahlian yang sangat penting dan dibutuhkan untuk bisa bersaing dan bertahan di industri 4.0. Kompetensi digital yang dimaksud pun bukan hanya berkisar pada kemampuan hard skills mengenai komputasi, otomatisasi, dan digitalisasi.

“Tetapi juga soft skills tentang hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh mesin, seperti leadership, komunikasi, critical thinking, problem solving,” kata Kiki.

Sementara itu, Direktur SMK Kemendikbudristek, Wardani Sugiyanto memandang, melahirkan talenta digital Indonesia masa depan menjadi sebuah keharusan.

Harapannya, ke depan para lulusan SMK yang akan memiliki mindset digital dan penuh semangat inovasi dalam membuat startup maupun usaha lainnya yang berangkat dari keresahan dan permasalahan sosial di sekitar.

“Kami berharap kegiatan SMK Digital Bootcamp ini mampu meningkatkan hard skill maupun soft skill peserta didik serta guru dalam hal kompetensi digital yang nantinya mampu menjadikan lulusan SMK diserap dan diapresiasi tinggi oleh dunia kerja,” tegasnya.

52