Home Pendidikan Ikuti Tren, Inovasi Didorong Hadir Pada Tradisi Tata Rias Pengantin

Ikuti Tren, Inovasi Didorong Hadir Pada Tradisi Tata Rias Pengantin

Jakarta, Gatra.com- Pergeseran paradigma tradisi pernikahan kini mulai terjadi di kalangan pengantin muda. Yang terjadi di masyarakat, pasangan muda lebih memilih melakukan resepsi pernikahan yang efisien, yang tak jarang justru melupakan ritual yang sudah menjadi kekayaan tradisi di tanah air. 

Situasi ini menuntut adanya sebuah inovasi atau cara baru yang mengakomodir paradigma pernikahan ala pasangan muda tersebut. Direktur Kursus dan Pelatihan, Kemendikbudristek, Wartanto mengatakan, inovasi tersebut harus bisa dihadirkan oleh lembaga kursus dan pelatihan yang berkutat pada sektor gelaran pernikahan hingga tata rias pengantin

“Kita perlu menginovasikan tata rias pengantin yang efisien tanpa menghilangkan nilai tradisi,” ujar Wartanto saat ditemui dalam kegiatan Parade dan Seremonial Wonderfull Wedding, di Jakarta, Senin (12/12). 

Menurut Wartanto, selama ini banyak anggapan bahwa pernikahan menggunakan tradisi merupakan sesuatu yang rumit. Oleh karenanya, pembaharuan cara tata rias nantinya diharapkan bisa menjawab tantangan yang hadir di masyarakat tersebut. 

Yang memang perlu ditekankan, kekhasan budaya dalam sebuah ritual dan tata rias pernikahan haruslah tidak luntur. Agar kedepan, pernikahan-pernikahan dengan tema tradisi juga mulai kembali marak dipilih para calon pengantin. 

“Karena hal ini juga sebagai upaya pelestarian tradisi nenek moyang,” jelasnya

Apalagi, saat ini sudah banyak bentuk modifikasi tata rias pengantin tradisional seperti yang dilakukan Katalia, sebuah organisasi penata rias pengantin tradisional. 

"Bagi kami tidak ada salahnya modifikasi sebab kondisi perubahan teknologi dan tuntutan zaman berubah," jelasnya. 

Terakhir, Wartanto juga menyebut, dalam kegiatan Wonderfull Wedding 2022 terdapat 110 penata rias pengantin yang berpartisipasi. Mereka merias 110 pasangan pengantin berasal dari Jakarta Utara yang belum pernah resepsi pernikahan. 

"Jadi ini menunjukan hasil karya kita, kedua mencoba melindungi budaya kita yang agung, ketiga kita menghidupkan kembali rias-rias pengantin yang ada di kita," tandasnya.

190